Kemenkeu Jatim dan Pemkab Banyuwangi Gelar Public Sector Leaders Forum 2024

Hermawan Priyono | Jum'at, 26/07/2024 20:11 WIB

Kantor Wilayah DJP Jawa Timur I bersama Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan kegiatan Public Sector Leaders Forum On East Java Economic Prospect 2024 di Blambangan Ballroom eLroyal Hotel dengan tema Kemenkeu Jatim mendukung pertumbuhan ekonom,i Banyuwangi melalui Public Sector Leaders Forum On East Java Economic Prospect 2024 ( Foto : Istimewa )

SITUSJATIM - Kantor Wilayah DJP Jawa Timur I bersama Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten jatim.com/mobile/tags/Banyuwangi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Banyuwangi menyelenggarakan kegiatan Public Sector Leaders Forum On East Java Economic Prospect 2024 di Blambangan Ballroom eLroyal Hotel dengan tema "Membedah Arah, Potensi, dan Peran jatim.com/mobile/tags/Ekonomi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Ekonomi jatim.com/mobile/tags/Banyuwangi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Banyuwangi dalam Perekonomian Jawa Timur menuju Indonesia Emas 2045" pada Rabu, 24 Juli 2024.

Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah DJP Jawa Timur I, Sigit Danang Joyo, dalam sambutan awalnya menyampaikan bahwa kegiatan Public Sector Leaders Forum On East Java Economic Prospect 2024 bertujuan agar jatim.com/mobile/tags/Banyuwangi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Banyuwangi terus tumbuh dan berkembang menjadi titik pertumbuhan ekonomi sesuai harapan. "Kinerja keuangan dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 12 tahun berturut-turut dari BPK menjadi modal berharga bagi jatim.com/mobile/tags/Banyuwangi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Banyuwangi untuk melakukan pengembangan potensi dari sumber daya alam seperti Taman Nasional Meru Betiri, Taman Nasional Alas Purwo, daerah penghasil ikan terbesar di Jawa Timur, pegunungan dengan perkebunan, dan dataran rendah dengan potensi hasil produk pertanian serta lokasinya yang dekat dengan Pulau Dewata Bali," tutur Sigit Danang Joyo.

Sigit Danang Joyo juga menyebutkan bahwa Pendapatan Daerah jatim.com/mobile/tags/Banyuwangi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Banyuwangi tahun 2024 sebesar Rp 3.211 triliun mengalami kenaikan sebesar Rp 34,7 miliar dibandingkan dengan proyeksi anggaran tahun 2023 yang sebesar Rp 3,176 triliun. Keberadaan PT. Steadler INKA Indonesia sebagai pabrik kereta api terbesar di Asia Tenggara, dan tambang emas Tujuh Bukit yang dikelola oleh PT. Bumi Suksesindo, industri perkapalan PT. Lundin Industry Invest menambah keunggulan jatim.com/mobile/tags/Banyuwangi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Banyuwangi untuk berkembang.

Bupati jatim.com/mobile/tags/Banyuwangi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, dalam sambutannya menyampaikan bahwa jatim.com/mobile/tags/Banyuwangi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Banyuwangi memiliki banyak potensi yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan. "jatim.com/mobile/tags/Banyuwangi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Banyuwangi tidak lantas euforia dengan kemajuan-kemajuan yang telah dicapai. Keberadaan Public Sector Leaders Forum on East Java Economic Prospect 2024 ini sangat berguna dalam memberikan insight agar potensi ekonomi jatim.com/mobile/tags/Banyuwangi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Banyuwangi terangkat dalam mendukung ekonomi Jawa Timur dan nasional," tutur Ipuk Fiestiandani Azwar Anas. Bupati jatim.com/mobile/tags/Banyuwangi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Banyuwangi yang memberikan sekilas pandangan tentang arah, potensi, dan peran ekonomi jatim.com/mobile/tags/Banyuwangi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Banyuwangi dalam perekonomian Jawa Timur menuju Indonesia Emas 2045.

Baca juga :

Guru Besar dalam Bidang Ilmu jatim.com/mobile/tags/Ekonomi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Ekonomi Pembangunan Universitas Trunojoyo Madura, Prof. Dr. Mohtar Rasyid, S.E., M.Sc., yang hadir sebagai Local Expert menyampaikan beberapa catatan untuk jatim.com/mobile/tags/Banyuwangi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Banyuwangi. "Kontribusi jatim.com/mobile/tags/Banyuwangi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Banyuwangi dalam perekonomian Jawa Timur cukup penting meski tidak paling dominan," ungkap Prof. Dr. Mohtar Rasyid. Ia juga menekankan perlunya akselerasi peningkatan kinerja komponen IPM seperti tingkat pengeluaran, pendidikan, dan kesehatan, serta upaya peningkatan partisipasi semua lapisan masyarakat dalam pembangunan jatim.com/mobile/tags/Banyuwangi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Banyuwangi sangat diperlukan.

Local Expert Prof. Dr. Rudi Purwono, S.E., M.S.E., Guru Besar Ilmu jatim.com/mobile/tags/Ekonomi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Ekonomi Universitas Airlangga juga memaparkan perkembangan sektor unggulan jatim.com/mobile/tags/Banyuwangi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Banyuwangi. "Tiga sektor pendorong strategi pengembangan Segitiga jatim.com/mobile/tags/Banyuwangi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Banyuwangi-Situbondo-Bondowoso yaitu agrikultur, industri pengolahan, serta penyediaan akomodasi dan makan minum," pungkas Prof. Dr. Rudi Purwono.

 

TAGS : Banyuwangi Ekonomi Kemenkeu jatim