Demi Keselamatan Nyawa Balita, Mensos Risma Pulangkan TKI Dari Negeri Singa

Hermawan Priyono | Senin, 01/04/2024 11:12 WIB

Menjalankan puasa tidak menjadi halangan bagi Mensos Risma untuk berjuang menyelamatkan sebuah keluarga kecil yang ada di Kelurahan Patokan, Kecamatan Kota Situbondo Jawa Timur. Mensos Risma begitu bersemangat menyusuri teriknya jalan dari Surabaya hingga Situbondo, kemudian melangkahkan kakinya memasuki jalan sempit untuk menuju rumah sangat sederhana di Kelurahan Patokan Situbondo. Mensos Risma melakukan video call dengan Siti Zulaikho, ibu dari Kanaya dan Rezel yang nyawanya sempat terancam karena kekerasan yang dilakukan oleh ayah kandungnya Dwi Arisandy ( Foto : Biro Humas Kemensos RI )

SITUSJATIM - Menjalankan puasa tidak menjadi halangan bagi Mensos Risma untuk berjuang menyelamatkan sebuah keluarga kecil yang ada di Kelurahan Patokan, Kecamatan Kota Situbondo Jawa Timur. Mensos Risma begitu bersemangat menyusuri teriknya jalan dari Surabaya hingga Situbondo, kemudian melangkahkan kakinya memasuki jalan sempit untuk menuju rumah sangat sederhana di Kelurahan Patokan Situbondo.

Wargapun terhenyak akan kedatangan Mensos Risma. Mereka tak menyangka bahwa kejadian viral di medsos seorang ayah menganiaya anaknya yang mash balita, akan mampu membawa Menteri Sosial bertandang dan menyelamatkan keluarga tersebut.

Saat memasuki rumah yang dindingnya dari papan, Risma luluh hatinya menyaksikan dua bocah yang begitu ceria menyambutnya. Mereka adalah Kanaya yang berusia 2 tahun dan Rezel usia 9 bulan. Dua bocah ini sempat menjadi sasaran amarah ayahnya saat cek cok dengan istrinya yang bekerja menjadi TKI di Singapura.

" Siapa namanya, ayo sini main senang ya banyak mainannya " ujar Risma saat menyapa dua bocah yang terlihat sangat ceria

Baca juga :

Rismapun tak mau basa -basi. Bersua dengan pelaku kekerasan anak yang bernama Sandy, Risma langsung menegur dan meminta untuk tidak mengulanginya. Meski kasus ini telah diselesaikan secara kekeluargaan, namun Mensos Risma minta jaminan ke pelaku untuk tidak berbuat kembali.

" Saya tau ini sudah diselesaikan tapi saya ingin kamu berjanji tidak mengulanginya. Saya akan bantu kamu bisa bekerja dan juga akan memulangkan istri mu" ujar Risma.

Tak butuh waktu lama, Mensos Risma menghubungi KBRI di Singapura dan kemudian agent yang menempatkana Siti, ibu dari Kanaya dan Rezel bekerja di Singapura. Bahkan Mensos Risma langsung disambungkan ke Siti.

" Saya ingin kamu bisa pulang. Kasian keluargamu. Kasian anak anak kamu. Meski disana uangnya banyak, tapi kasian keluargamu. Kamu tidak usah mikir tentang ganti rugi karena putus kontrak nanti saya yang akan menyelesaikannya " ujar Risma.

Siti pun mengiyakan keinginan Mensos Risma. Namun Mensos Risma menangkap kegamangan hati Siti untuk pulang.Mensos Risma kembali berujar melalui sambungan telepon akan masa depan mereka.

" Saya sudah bicara dengan suamimu bahwa jika kamu pulang tidak akan ungkit masa lalu. Saya juga minta dia untuk ikut serta pelatihan dan bekerja di sentra milik Kemensos yang berada di Bali. Jangan khawatir, nanti anak anak juga dibawa sehingga bisa bekerja dan mengawasi mereka " lanjut Risma.

Jawaban Risma pun meneguhkan niat Siti untuk pulang dan kembali bersama keluarga, khususnya untuk melindungi 2 anaknya Kanaya dan Resel yang terancam nyawanya karena perbuatan kekerasan oleh ayah kandungnya.

" Ini anak anak, kamu tidak rindu mereka. Ayo sini Kanaya. ini ibu kamu, ayo disapa nak " ujar Risma sembari memanggil Kanaya, anak Sandy dan Siti yang masih berusia 2 tahun.

Diakhir pertemuan tersebut, Mensos Risma merasa lega karena upaya menyelamatkan keluarga kecil tersebut menampakkan hasilnya.

" Tidak boleh ada lagi ungkit masalah dan pertengkaran Yang penting bekerja untuk anak anak " pungkas Mensos Risma.

TAGS : TKI Mensos Memulangkan