Bisa Usung Calon Sendiri di Pilgub Jatim, Pengamat: Sebuah Kehormatan Bagi PKB

Hermawan Priyono | Senin, 18/03/2024 10:59 WIB

Pemilu dan pilpres telah usai, parpol mula berbenah menatap pilkada serentak yang rencananya akan dilangsungkan November mendatang. Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura Dr. Surokim Abdussalam S.sos, M.si memberikan catatan menarik dari hasl pileg di Jatim yang menempatkan PKB menjadi juaranya. Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura Dr. Surokim Abdussalam S.sos, M.si menilai bahwa akan menjadi sebuah tuntutan kehormatan bagi PKB untuk mengusung calon gubernur sendiri usai menang dalam pileg di Jawa Timur ( Foto : Istimewa )

SITUSJATIM - Pemilu dan pilpres telah usai, parpol mula berbenah menatap pilkada serentak yang rencananya akan dilangsungkan November mendatang. Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura Dr. Surokim Abdussalam S.sos, M.si memberikan catatan menarik dari hasl pileg di Jatim yang menempatkan PKB menjadi juaranya.

Menurut Surokim, bertambahnya kursi PKB di pileg memang diuntungkan oleh situasi politik makro nasional yg kompleks. Tentu saja kemenangan tersebut akan menjadi energi baru PKB Jawa Timur yang selama ini memang rumahnya basis utama wilayahnya bisa dikuasai kembali .

"Tentu kemenanga PKB ini tidak lepas dari situasi politik makro nasional, dan akan menjadi energi yang luar biasa untuk PKB menatap pilkada dan pilgub mendatang," ujar Surokim.

Namun demikian menurut pria alumni Fisip Unair ini, pilgub Jatim menarik untuk dicermati. Konstelasi politik pilpres akan tetap berpengaruh terhadap kandidasi pilgub Jatim, karena Khofifah sebagai petahana jelas mendukung 02 di Jatim. Bahkan duduk sebagai tim kampanye nasional.

Baca juga :

" Pilgub Jatim menjadi menarik untuk dicermati. Tentu konstelasi politik pilpres akan berpengaruh, dan kita tahu Khofifah sebagai petahana berada di kubu 02 yang memenangkan pilpres " lanjut Surokim.

Hal ini menurut Surokim berbeda dengan pilihan PKB saat pilres. Sehingga PKB harus mencari calon alternatif untuk menantang Khofifah dalam pilgub mendatang.

" Apalagi kita semua tahu Khofifah secara ideologis politik berbeda dengan Cak Imin ( Muhaimin Iskandar )," lanjut peneliti senior d Surabaya Survey Center ini.

Khofifah sebagau petahana menurut Surokim masih kuat. Apalagi dengan efek pilpres 2024. Ini tentu akan menjadi batu ujian berikutnya untuk PKB di pilgub Jatim. Sebagai partai pemenang pileg menurut Surokim tentu menjadi kehormatan jika bisa mengusung kandidat sendiri.

"Ini akan menjadi ujian bagi PKB. Setelah menang pileg harus bertarung di pilgub melawan petahana. Tentu akan menjadi sebua kehormatan bagi PKB bila mengusung calon sendiri," papar Surokim.Abdussalam.

Meskib dibeberapa daerah kader PKB masih cukup dominan, namun menantang petahana di pilgub Jatim menurut Surokim elas bukan perkara mudah utk PKB.

Surokim juga melihat berbagai kemungkinan koalisi yang terbangun saat pilgub mendatang. Memang politik dipaparkan Surokim selalu dinamis, demikian juga koalisi di pilkada. Bisa jadi tidak selalu sama dengan pilpres.

"Jadi ke depan kita akan lihat bagaimana pertarungan pilgub berasa pilpres di jatim," pungkas Surokim.

Sementara itu Sekretaris DPW PKB Jatim yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Jatim Anik Maslachah sempat menyampaikan bahwa besar kemungkinan dalam pilgub PKB akan mengusung calon sendiri. Saat ini PKB akan membentuk desk pilkada dan mulai melakukan pemantauan terhadap para kandidat yang akan diajukan dalam pilgub November mendatang.

"Juknisnya kemarin sudah turun dan kita akan membentuk desk pilkada untuk mulai bekerja menyongsong pilkada mendatang " ujar Anik Maslachah

TAGS : Pilgub PKB Pileg