Green Mining PT BSI di Tumpang Pitu, Menyulap Bekas Lahan Tambang Menjadi Hutan Tropis

Hermawan Priyono | Senin, 04/03/2024 08:42 WIB

Petugas di lahan pembibitan PT BSI di Tumpang Pitu banyuwangi menunjukan aneka tanaman yang siap untuk ditanam dilahan bekas tambang ( Foto : Hermawan )

SITUSJATIM - Konsep Green Mining dalam pengelolaan tambang emas Tumpang Pitu Banyuwangi serius diterapkan oleh PT Bumi Suksesindo ( BSI). Lahan bekas tambang yang sudah tidak produktif telah disulap menjadi kawasan hijau.

Senior Supervisor Rehab Departemen Enviromental Dwi Karsono menuturkan, bahwa proses rehabilitas lahan oleh BSI sudah sangat ideal. Bahkan batasannya sudah melebihi aturan yang dtetapkan oleh pemerintah. Total luasan rehab telah mencapai 72 hektar.

" Ini prestasi pertama di Indonesia untuk pengembalian 100% dan nilai mdpa-nya seperti itu. Sampai saat ini di 72. hektar itu mulai dari 2016 sampai di 2023 " ujar Dwi Karsono.

Ditahun 2024 ini menurut Dwi Karsono, BSI akan berusaha memenuhi dan menambah area rehabilitasi lahan. Setidaknya sampai saat ini capaiannya sekitar 2,2 hektare mencapai di dua poin 2 hektar.

Baca juga :

Dalam proses rehabilitasi lahan tambang yang masuk dalam program Green Mining, PT BSI tidak mengambil laha dari luar area tambang. Mereka memanfaatkan lapaisan tanah atas atau top soil saat awal pengerukan untuk area tambang.

Dwi Karsono menyampaikan bahwa meski telah dikeruk dan kemudian digunakan sebagai lahan rehabilitasi, tingkat kesuburan tanah tersebut tetap terjaga. Karena BSI melakukan proses treatment tanah untuk menjaga kesuburannya.

" Sebelum penambangan kita ambil seluruh yang ada.Tanah ini atau area ini sudah didata dan siap untuk di rekrutmen spreading kembali di lapisan atas, untuk menunjang kehidupan yang selanjutnya "ujar Dwi Karsono.

"Harapan kami tidak berubah dan penurunannya pun tidak banyak, karena ketika itu menjadi bank soil kita tutup dan langsung kita treatment " lanjut Dwi Karwono.

Jika kita memasuki area tambang emas Tumpang Pitu, jauh dari bayangan gersang dan kering. Karena proses rehabilitasi lahan terus berlangsung. Rehabilitasi lahan tersebut sudah dilakukan sejak awal penambangan yaitu tahun 2016.

" Rehabikitasi kita mulai di tahun 2016. Setidaknya sampai saat ini ada sekitar 70.000 an tanaman dari berbagai jenis " lanjut Dwi Karsono.

Sementara itu Doni Roberto Manajer Departemen Enviromental PT BSI mengungkapkan bahwa proses rehabilitasi dapat dikatakan berhasil. Tidak saja tumbuhan bisa hidup. Namun aneka satwa juga mula kembali.

Saat area dibuka sebagai lahan tambang satwa - satwa tersebut pergi. Kini mereka kembali untuk menghuni habitatnya yang sempat hilang.

" Kamera trap kita menangkap obyek aneka satwa kembali ke kawasan yang kita rehabilitasi. Ada rusa, babi hutan, dan trenggiling. Bahkan lutung salah satu satwa yang dilindungi juga ada. Selain itu juga aneka burung seperti Rangkong dan Merak " pungkas Doni Roberto.

TAGS : BSI Tambang Rehabilitasi Lahan