Berlangsung 5 Tahun, Transaksi Misi Dagang Jatim Tembus Rp11,47 Triliun

Hermawan Priyono | Sabtu, 06/01/2024 13:55 WIB

Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa selama 2019 - 2023 mencatatkan nilai transaksi misi dagang baik dalam dan luar negeri sebesar Rp11,47 triliun. Program misi dagang yang dijalankan Khofifah Indar parawansa selama menjabat Gubernur Jatim telah memberikan pemasukan bagi PAD Jatim hingga menembus angka lebih dari 11 triliun ( Foto : Biro Adpim Pemprov Jatim )

SITUSJATIM - Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa selama 2019 - 2023 mencatatkan nilai transaksi misi dagang baik dalam dan luar negeri sebesar Rp11,47 triliun.

Transaksi misi dagang dalam negeri mencatatkan nilai Rp10,17 trilun dengan jumlah transaksi 1.641 kali. Sementara misi dagang luar1a negeri yang digelar mulai tahun 2022 digelar di empat negara yaitu Arab Saudi, Malaysia, Timor Leste dan Hong Kong.

Misi dagang luar negeri tersebut mencatatkan nilai Rp1,3 triliun dengan jumlah 39 transaksi. Dengan beberapa komoditi antara lain, sambal lauk, kacang hijau, fozen ayam/bebek, bumbu, rempah rempah, mie kering, kopi, minyak goreng, alpokat, manggis, kacang mete, aneka kripik buah, bakso, frozen fish, kelapa dan sarang burung walet.

Dengan capaian transaksi tersebut Khofifah menegaskan ini merupakan upaya nyata wujudkan penguatan pasar berbagai komoditas asal Jatim. Yang mana, ini akan berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jatim.

Baca juga :

“Misalnya saat terjadi kelangkaan beras. Kita bisa support wilayah yang memang membutuhkan beras karena Jatim berasnya surplus. Begitu pula sebaliknya, ini jadi kesempatan kami untuk saling melengkapi komoditi dengan wilayah lainnya,” ujarnya, Jumat (5/1).

Khofifah menambahkan, misi dagang ini juga merupakan salah satu cara menjalin kerja sama yang efektif. Karena di sini, para trader bisa langsung bertemu dengan buyer. Mereka dapat mengenalkan produknya hingga menjalin kerja sama.

“Kegiatan ini untuk memfasilitasi upaya peningkatan nilai transaksi perdagangan melalui kesepakatan bisnis. Selain itu, juga sebagai sarana untuk memasarkan dan memperluas jaringan pasar produk unggulan Jawa Timur dalam upaya peningkatan kerjasama strategis di sektor industri, perdagangan, dan investasi,” ujarnya.

Tak hanya itu, Khofifah menjelaskan, misi dagang merupakan sebuah upaya untuk menemukenali keunggulan kompetitif dan komparatif dari masing-masing provinsi di seluruh Indonesia. Terlebih, pasar dalam negeri merupakan pasar yang sangat besar, yang mana 270 juta masyarakat Indonesia adalah market yang luar biasa.

"Ekspor ke luar negeri memang penting, namun Jawa Timur terus menguatkan perdagangan antarpulau dan provinsi se-Indonesia dengan jumlah market yang besar,” tegasnya.

Khofifah berharap kerjasama perdagangan yang ada pada misi dagang selama ini akan terus berjalan meski misi dagang telah berakhir. Ia mengibaratkan seperti menabuh genderang setelah itu antara trader dan buyer akan melakukan proses transaksi masing-masing.

"Misi dagang Jatim dengan provinsi lain ini juga sekaligus untuk mendorong penggunaan produk dalam negeri melalui Program peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN)," pungkasnya

TAGS : Dagang Jatim PAD