Pemkot Surabaya Siapkan Rp 68,7 Miliar untuk Permak Ribuan Rutilahu

Wahyoe Boediwardhana | Selasa, 02/01/2024 09:24 WIB

Pemerintah Kota Surabaya anggarkan Rp 68,7 miliar dari APBD tahun 2024, untuk membenahi 1.500 rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kota Surabaya. 

SITUSJATIM - Pemerintah Kota Surabaya menganggarkan Rp 68,7 miliar dari APBD tahun 2024, untuk membenahi rumah tidak layak huni di Kota Surabaya. Ditargetkan, sebanyak 1.500 rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kota Surabaya akan menjadi sasaran program ‘Dandan Omah’ ini.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam kegiatan refleksi akhir tahun 2023 mengungkapkan, program ‘Dandan Omah’ ini cukup mendapat tempat di hati warga Kota Surabaya. Pasalnya, dengan program ini dirinya yakin akan mampu mengentas kemiskinan dan pengangguran di Kota Surabaya.

Wali Kota Eri menjelaskan, untuk merealisasikan program Dandan Omah ini pihaknya mengedepankan kearifan lokal, yaitu guyub rukun dan gotong royongnya warga Kota Surabaya. Pengerjaan ‘Dandan Omah’ ini dilakukan dengan melibatkan warga sekitar rumah sasaran,

“Mulai dari kuli bangunannya, hingga tukangnya, termasuk pembelian alat atau bahan bangunannya juga diambilkan dari toko bangunan di wilayah tersebut. Dengan cara ini, maka perekonomian akan berputar di wilayah tersebut, sehingga program ini juga bisa menggerakkan ekonomi, bisa mengurangi pengangguran dan kemiskinan di wilayah tersebut,” kata Wali Kota Eri di ruang kerjanya, Jumat (29/12/2023).

Baca juga :

Menurut Eri, gotong-royong dan guyub rukun warga inilah yang menjadikan kekuatan Surabaya menjadi kota yang luar biasa. Selain itu, dengan kekuatan gotong-royong ini bisa membuat tingkat kemiskinan dan pengangguran di Kota Surabaya terus menurun.

"Kalau kemiskinan ini sudah berkurang, pengangguran berkurang, ekonomi bergerak, maka secara otomatis bayi stunting juga bisa hilang, bayi gizi buruk bisa hilang," kata Eri Cahyadi.

Modernisasi zaman menurut Eri Cahyadi tak membuat semangat gotong-royong masyarakat Surabaya luntur. Ia yakin dengan gotong royong dan sinergi kuat, menjadikan Surabaya kota yang luar biasa.

"Inilah hebatnya warga Surabaya, dengan zaman modernisasi, sebagai kota dunia, tapi guyub-rukunnya, gotong-royongnya tidak hilang. Top warga Surabaya. Matur nuwun (terima kasih), bangun terus bareng-bareng, sinergi kuat, Surabaya hebat," ujar Wali Kota Surabaya.

Sementara itu data yang dihimpun dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya menyebutkan, sepanjang tahun 2023 kemarin target program Rutilahu yang berasal dari APBD Kota Surabaya sebanyak 2.700 unit rumah, dengan anggaran mencapai Rp 94,5 miliar. Namun demikian, realisasi program ‘Dandan Omah’ ini berhasil tembus sebanyak 3.140 rumah sasaran.

Kepala DPRKPP Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad mengatakan, realisasi program bedah rumah tidak layak huni di tahun 2023 ini sudah melebihi target. Ini khusus realisasi Rutilahu dengan menggunakan APBD. Padahal, selain menggunakan APBD, Pemkot Surabaya juga menghimpun bantuan non APBD melalui gotong royong. Jumlah unit yang berhasil dibangun mencapai 769 unit, terdiri dari bantuan Baznas sebanyak 108 unit, BSPS sebanyak 632 unit, Yayasan Manarul Ilmi 2 unit, Gereja Victory 8 unit, Alumni SMA 5 ada 1 unit, dan dari Bangga Surabaya Peduli sebanyak 18 unit.

 

“Nah, kalau ditotal semuanya, baik yang berasal dari APBD maupun bantuan non APBD sebanyak 3.909 unit rumah. Capaian ini menjadi bukti bahwa gotong royong yang terus digelorakan oleh Bapak Wali Kota berhasil diterapkan di Kota Surabaya,” ujar Irvan Wahyudrajad.

Program yang sudah berhasil di tahun 2023 ini, dipastikan Irvan akan terus dilanjutkan di tahun 2024. Selain mengandalkan anggaran Rutilahu di tahun 2024 yang berasal dari APBD sebesar Rp 68,7 miliar, untuk 1.500 unit rumah, di tahun 2024 akan ada bantuan lagi yang non APBD, namun jumlahnya masih akan dikoordinasikan lebih lanjut.

“Rata-rata setiap unit dianggarkan sebesar Rp 35 juta dengan estimasi pengerjaan 20 hari,” jelas Irvan Wahyudrajad.

TAGS : rutilahu surabaya rumah eri cahyadi dprkpp