TPS Makin Diminati Operator Pelayaran Baru Asal Cina dan Korea, Ini Dia Daftarnya

Wahyoe Boediwardhana | Jum'at, 01/12/2023 09:09 WIB

Kuatkan lalu lintas perdagangan global, empat operator pelayaran baru asal Cina dan Korea lakukan bongkar muat perdana di Terminal Petikemas Surabaya (TPS).  Petugas operator pelabuhan Terminal Petikemas Surabaya (TPS), tengah mengawasi proses bongkar muat petikemas perdana dari kapal MV TS Mundra di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Empat operator pelayaran asal Cina dan Korea mulai melayani jalur perdagangan laut baru ke Indonesia dengan menyinggahi Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya salah satunya. (Foto.Istimewa)

SITUSJATIM – Semakin banyak negara yang melakukan perdagangan langsung ke Indonesia melalui pelabuhan-pelabuhan utama. Dipenghujung tahun 2023 ini, empat operator pelayaran asal Cina dan Korea tercatat resmi mulai melakukan layanan bongkar muat perdana di Terminal Petikemas Surabaya (TPS). Mereka melakukan pelayaran permanen mengangkut berbagai komoditas perdagangan dari Cina dan Korea ke Indonesia maupun sebaliknya.

Menurut Direktur Utama TPS yang juga salah satu anak perusahaan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), Wahyu Widodo, servis baru yang sandar di TPS ini bernama Korea, China, Indonesia (KCI) service. Mereka dioperatori oleh SITC, T.S. Line (TSL), Ocean Network Express (ONE) dan Namsung.

“Mereka hadir secara regular, satu kali dalam sepekan dengan kapasitas bongkar muat 2900 TEUs. Mereka melayari rute Jakarta – Surabaya – Shekou - Xiamen - Pusan - Qingdao – Shanghai – Ningbo – Jakarta”, ungkap Wahyu.

Menurut Wahyu Widodo, KCI service ini menambah regular services di TPS sejak akhir Oktober 2023. Kapal yang sandar perdana (maiden call) di TPS adalah MV.TS Mundra yang dioperatori oleh TSL. Disusul kemudian dengan MV SITC Mingcheng pada (3/11) yang dioperatori oleh SITC. Selang delapan hari kemudian tercatat MV. Lorraine yang dioperatori oleh ONE bersandar di dermaga yang sama. Sedangkan kapal terakhir, MV. Starship Neptume yang dioperatori oleh Namsung, dijadwalkan akan sandar pada pekan pertama Desember ini.

Baca juga :

Perwakilan SITC Surabaya, Ari Suswati saat menyambut kedatangan kapalnya di dermaga TPS, tampak tak dapat menyembunyikan rasa gembiranya. Menurutnya, dengan adanya layanan baru ini akan semakin menguatkan lalu lintas perdagangan global serta sekaligus memperkuat hubungan kerjasama dengan TPS yang sebelumnya telah terjalin.

“Terima kasih telah mendukung bisnis kami, semoga TPS selalu memberikan layanan terbaiknya, sehingga ke depan kerjasama ini dapat dilanjutkan dengan servis-servis baru lainnya”, ungkap Ari Suswati.

Dalam catatan TPS, sepanjang Januari hingga November 2023 anak perusahaan SPTP ini menerima banyak new services yang masuk. Ini terlihat dari naiknya arus petikemas selama tahun 2023 yang mencapai 5,4 persen, dibanding tahun sebelumnya pada periode sama. Sejak Januari hingga Oktober 2023, tercatat sebanyak 1.193.587 TEUs petikemas yang dibongkar di TPS. Ini terdiri dari petikemas internasional sebesar 1.138.336  TEUs dan domestik sebesar 55.251TEUs.

Capaian di atas sejalan dengan market share layanan petikemas di lingkungan Pelabuhan Tanjung Perak, dimana TPS masih tetap mendominasi dengan porsi layanan 36 persen untuk seluruh layanan baik internasional maupun domestik. Sementara, khusus untuk market share layanan petikemas internasional, TPS masih mendominasi dengan porsi layanan 82 persen.

Untuk kinerja bongkar muat selama tahun 2023, TPS juga mencatatkan peningkatan mencapai 58,2 box per ship per hour, jauh di atas kinerja bongkar muat yang ditetapkan oleh Kementrian Perhubungan melalui Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak di Surabaya sebanyak 48 box per ship per hour.

“Peningkatan kinerja bongkar muat ini dilaksanakan dengan senantiasa menerapkan kepatuhan terhadap ketentuan dan prinsip-prinsip kerja yang aman dan sehat sesuai ketentuan Keamanan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berlaku,” tukas Wahyu.

TAGS : TPS Pelindo petikemas kapal Cina Korea