
Menyusul penumpukan penonton usai menyaksikan pertandingan PD U-17 di stadion GBT Surabaya, Dinas Perhubungan Kota Surabaya melakukan evaluasi dengan menambah jumlah shuttle bus dan memperbaiki rute antar jemput. (Foto. Istimewa)
SITUSJATIM – Menyusul terjadinya penumpukan penonton di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) usai pertandingan antara Timnas U-17 Indonesia melawan Ekuador yang berakhir imbang 1-1, pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya akhirnya buka suara. Dishub Kota Surabaya memutuskan akan menambah 30 unit bus lagi untuk mengantisipasi terulangnya kejadian penumpukan penonton usai pertandingan pada hari Senin (12/11/2023) besok.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Tundjung Iswandaru mengatakan, akan menambah armada bus shuttle sebanyak 30 unit. Sehingga total bus yang dikerahkan untuk mengangkut penonton dari dan ke GBT, berjumlah 160 unit. Sebelumnya bus yang disiapkan sebanyak 130 unit, yang disebar di 6 titik penjemputan yang telah disediakan oleh panitia lokal (LOC) Piala Dunia U-17 dan Pemkot Surabaya.
Menurut Tundjung, pada saat pemberangkatan bus-bus tersebut sibuk silih berganti mengantarkan ribuan penonton menuju ke Stadion GBT. Sebelum waktu maghrib, seluruh bus itu berhasil mengangkut seluruh penonton sampai di area parkiran lapangan A, B, dan C Stadion GBT di Kawasan Benowo.
Masalah muncul ketika usai pertandingan digelar sekitar pukul 21.00 WIB, dimana penonton keluar stadion bersamaan dan berebut menyerbu bus lantaran bergegas ingin pulang ke rumah masing-masing. Bus yang telah berjajar rapi di area parkir lapangan A, B, dan C, tidak mampu mengakomodir ribuan penumpang yang menyerbu dalam waktu bersamaan. Ribuan penonton yang tidak terangkut pun harus rela menunggu giliran hingga 2 jam untuk mendapatkan tumpangan menuju ke titik-titik awal penjemputan pada saat berangkat.
“Kita sudah maksimal ya, memang tidak sebanding antara orang (penumpang) dengan bus. Harapannya, berangkat itu kan bisa beberapa kali antar, nah pulangnya ini mereka minta segera, bersamaan. Kalau waktu bersamaan kan butuh proses waktu pengangkutan,” kata Tundjung saat memberikan keterangan kepada wartawan di Surabaya, Sabtu (11/11/2023).
Alvian Yoananta, warga Sidotopo mengungkapkan dirinya harus rela menunggu dua jam lebih untuk bisa terangkut shuttle bus dan kembali ke titik keberangkatan.
“Kalau begini situasinya, lebih baik bawa kendaraan sendiri dan parkir di rumah-rumah penduduk di sekitar stadion saja. Bisa segera pulang usai pertandingan,” ujar Alvian.
Untuk meminimalisir antrean penonton yang ingin segera pulang, Dishub Kota Surabaya pun akhirnya mendatangkan tambahan 30 unit armada bus. Sehingga total bus yang tersedia pada pertandingan perdana Piala Dunia U-17 kemarin ada 160 unit.
“Armada yang kami tambahkan yakni, bus Semanggi Suroboyo, Suroboyo Bus, bus sekolah, dan angkutan Wara Wiri,” terang Tundjung.
Tundjung beralasan, memang butuh proses pengangkutan bolak-balik jika keluarnya dalamwaktu bersamaan. Ia meminta para penonton sedikit bersabar.
“Tadinya sudah kita atur, besok akan kita atur ulang, kita evaluasi lagi seperti apa alurnya. Kita rekayasa lagi, kita atur lagi bagaimana sebaiknya,” ujar Tundjung.
Tundjung mengungkapkan, sejauh ini alur transportasi dan titik drop off (penurunan) penumpang yang telah ditetapkan itu di area parkir lapangan A, B, dan C Stadion GBT. Menurutnya, selama proses pemberangkatan penonton di 6 titik penjemputan tidak ada masalah, namun pada saat kepulangan beberapa penonton tidak sabar untuk segera pulang.
Dia memastikan, para penonton yang hadir dalam pembukaan Piala Dunia U-17 kemarin malam terangkut seluruhnya. Dari selesai pertandingan pada pukul 21.00 WIB hingga 23.00 WIB, para penonton sudah terangkut semuanya.
“Hanya 2 jam sudah clear semuanya. Pada awalnya pemberangkatan oke lah, masing-masing sudah rapi. Nah, pada kepulangan awal mereka masih pada jalurnya, tetapi di rit kedua, saat balik nggak sabar mau naik di tengah, nggak sabar untuk masuk ke tempatnya dulu. Pada intinya butuh kerjasama dengan semuanya,” ungkapTundjung.
Panitia sebelumnya telah menetapkan jarak 1 kilometer dari stadion GBT harus steril dari kendaraan bermotor. Penontotn yang membawa kendaraan bermotor sendiri disediakan 6 lokasi parkir yang berjarak antara 500-700 meter sebelum masuk area stadion. Sebanyak 44.200 penonton pada Jum`at malam memadati Stadion GBT untuk menyaksikan pembukaan PD U-17 dan pertandingan perdanaTimnas U-17 Indonesia melawan Ekuador yang berkesudahan 1-1.
TAGS : PD U-17 GBT shuttle bus Dishub