
Antonius penyandang disabilitas fisik yang mampu merakit kursi roda serbaguna produksi Sentra Terpadu Prof.Dr. Soeharso Solo ( Foto : Hermawan )
SITUSJATIM - Meski menyandang disabilitas fisik pada kaki, tak membuat Antonio Fernandez menyerah. Pemuda asal Madiun tersebut memilih tetap berkarya dengan keterbatasannya untuk menjadi perakit kursi roda serbaguna. Perjuangan keras tanpa mengenal putus asa dia jalani di Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Solo dengan berlatih menjadi teknisi. Tak butuh waktu lama, 1 tahun mampu mengubah hidupnya untuk menjadi teknisi disabilitas yang luar biasa.
" Saya belajar di Sentra Terpadu Solo selama 1 tahun, dan bisa merakit kursi roda serbaguna ini " tutur Anton panggilan akrabnya.
Keberhasilan Anton dalam merakit kursi roda serbaguna tak lepas dari pembinaan yang intes di Sentra Terpadu Soeharso Solo. Diah Fajar Rini, Penyuluh Sosial Pertama di Sentra Terpadu Soeharso Solo menyampaikan bahwa Antonius dan beberapa temannya saat ini telah direkrut oleh sentra milik Kemensos tersebut untuk menjadi teknisi pada unit produksi alat alat bantu bagi disabilitas.
" Mereka sebelumnya ikut pelatihan, dan kemudian kita rekrut untuk bekerja di sini " ujar Diah Fajar Rini.
Kursi roda multiguna produksi Sentra Terpadu Soeharso saat ini sudah digunakan diseluruh Indonesia. Bahkan menurut Diah permintaannya tinggi.
" Banyak.yang sudah kami buat. Memenuhi permintaan yang tinggi " lanjut Diah.
Keberhasilan Sentra Terpadu Soeharso Solo juga memantik rasa kagum para tamu undangan di Forum Tingkat Tinggi ASEAN untuk Disabilitas yang tengah berlangsung di Makasar Sulawesi Selatan. Stan Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso pun seakan menjadi salah satu magnet yang dikunjungi perwakilan 13 negara yang hadir dalam Forum Tingkat Tinngi ASEAN untuk Disabilitas.
Ketua Forum Disabitas ASEAN Lim Puay Tiak menyampaikan apresiasinya saat melihat kursi roda serbaguna yang dibuat oleh penyandang disabilitas.
" Ini sangat bagus. Mereka meski disabilitas namun bisa membuat alat yang bisa membantu kaum disabilitas menjadi mampu. Tentu hal ini tidak saja bagus untuk menolong, tapi juga bisa menghasilkan uang bagi disabilitas, keluarganya maupun komunitasnya" ujar pria asal Singapura tersebut.
Lim Puay Tiak juga mengaku bangga dengan kemampuan penyandang disabilitas dari Indonesia. Menurutnya, mereka hebat dan bisa menjadi bahan sharing pengalaman yang baik bagi disabilitas ASEAN bahkan Asia.
" Saya sangat bangga melihat ini. Penyandang disabilitas di Indonesia hebat. Hasil dari sini bisa kita bawa ke tempt lain seperti negara - negara.ASEAN atau Asia. Kita bisa menjadikan ini untuk memotivasi penyandang disabilas untuk tidak putus asa. Dan ini buktinya " lanjut Lim Puay Tiak sambil memegang kursi roda serbaguna.
Saat ini selain kursi roda serbaguna, Sentra Terpadu Soeharso juga memproduksi kaki dan tangan palsu, juga alat penyangga kaki untuk penderita polio. Semuanya dikerjakan oleh penyandang disabilitas.
" Alhamdulilah sudah banyak yang kita buat. Dari kursi roda serbaguna , kaki tangan palsu hingga penyangga kaki penderita polio. Mohon doanya agar Sentra Terpadu Soeeharso Solo bisa terus berkembang untuk membantu penyandang disabilitas " pungkas Diah Fajar Rini.
TAGS : Asean Disabilitas Sentra Terpadu