
Penampilan memukau ditunjukan oleh para penyandang disabilitas dalam Gala Dinner yang berlangsung di Benteng Fort Rotterdam Makasar ( Foto : Humas Kemensos )
SITUSJATIM - Atraksi sekitar 100 penari dan musisi penyandang disabilitas yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, memukau delegasi dari 13 negara yang menghadiri Forum Tingkat Tinggi ASEAN tentang Pembangunan Inklusif Disabilitas dan Kemitraan Pasca Tahun 2025 atau The ASEAN High Level Forum (AHLF) on Enabling Disability-Inclusive Development and Partnership beyond 2025 di Makassar, pada Selasa (10/10) malam. Atraksi berupa tarian, lagu, wayang dan musik tradisional yang ditata medley tersebut ditampilkan dalam Gala Dinner yang berlangsung di Benteng Fort Roterdam, Makassar.
Dalam atraksi kesenian tersebut, berbagai penyandang disabilitas menampilkan kemampuannya. Selain penyandang disabilitas netra, tampil pula penyandang disabilitas rungu wicara, fisik, dan intelektual.
Kesenian yang ditampilkan misalnya, Tari Pakarena dari Sulawesi Selatan, Tari Tanggai dari Sumatera Selatan, Tari Barong dari Bali, Tari Bambangan Cakil dari Jawa tengah serta berbagai tarian lainnya dari berbagai wilayah Nusantara.
Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan, melalui penampilan atraksi kesenian ini penyandang disabilitas telah membuktikan bahwa mereka mampu melakukan kegiatan apapun asalkan diberi ruang dan kesempatan.
“Karena itu kesetaraan, kesempatan dan inklusifitas perlu diberikan kepada saudara-saudara kita penyandang disabilitas seluas-luasnya,” kata Tri Rismaharini.
Atraksi kesenaian yang ditampilkan di hadapan delegasi AHLF berjumlah 116 orang dan lebih dari 100 orang di antaranya penyandang disabilitas, termasuk di antaranya penari, pemain gamelan dan dalang. Tapi ada juga tari-tarian seperti barong yang tidak dibawakan oleh disabilitas.
Yusuf (20), penyandang disabilitas intelektual yang turut menyemarakkan atraksi kesenian menyuarakan rasa senangnya. Pria yang sering bekerja menjadi penjaga parkir di akhir pekan ini tampil membawakan tari Angngaru dari Makassar.
"Saya senang. Tidak takut, saya berani tampil di depan orang banyak," ujar Yusuf tersipu malu.
Diakhir acara para penari dan pemusik disabilitas diajak poto bersama Mensos Tri Rismaharini. Gegap gempita dan keceriaan mereka terpancar saat Mensos Risma menyapa dan menyampaikan terima kasih kepada mereka.
" Terima kasih kalian hebat, luar biasa. Tentu sangat lelah ya karena berlatih keras selama 1 minggu. Teruslah berlatih ya jangan pernah menyerah " ujar Mensos Risma.
Spontan merekapun bertepuk tangan untuk kesuksesan penampilan mereka di hadapan tamu tamu istimewa yang berasal dari 13 negara. Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada Mensos Risma yang memberikan kesempatan untuk tampil di Gala Dinner AHLF Makasar.
" Terima kasih Bu Risma " ujar mereka bersama sama.
TAGS : Disabilitas musisi menyanyi dan menari