
Mensos Tri Rismaharini saat memberikan keterangan kepada media terkait kekerasan terhadap penyandang disabilitas ( Foto : Hermawan )
SITUSJATIM - Menteri Sosial Tri Rismaharini sempat terharu dan berkaca -kaca matanya saat memaparkan tentang kondisi disabilitas di Indonesia. Kondisi ini membuat seisi ruangan Ballroom Four Points Hotel Makasar sesaat menjadi senyap. Risma yang bertutur dalam bahasa inggris akhirnya tak mampu menahan airmatanya yang jatuh dan tak bisa lagi berkata. Hingga kemudian pimpinan sidang Luhur Pambudi diminta untuk melanjutkan
Kepada media usai penutupan Forum Pertemuan Tingkat Tinggi ASEAN untuk disabilitas, Risma menyampaikan bahwa dia menangis saat teringat tentang penyandang disabilitas yang tak berdaya dan menjadi korban kekerasan seksual.
" Tiba tiba saya teringat anak saya disabilitas yang diperkosa. Saya langsung minta staff untuk mengecek kondisinya " ujar Risma.
Risma mengaku sangat sedih jika mengingat kejadian tersebut. Karenanya dia berusaha untuk bisa membantu dan memberdayakan dengan alat bantu seperti Gelang Gruwi. Alat ini digunakan untuk penyandang disabilitas tuna rungu. Dengan gelang tersebut, mereka bisa terbantu jika ada kondisi atau situasi dimana mereka harus menghindar.
" Ya gelang ini sangat membantu untuk keamanan diri mereka. Dan gelang ini sudah dipake oleh Ibu Dante dari Komisi Disabilitas Nasional " lanjut Risma.
Sejauh ini menurut Mensos untuk gelang gruwi belum diproduksi pasaran, karena Kemensos masih mencukupi untuk disabilitas yang tidak mampu.
" Kita masih gunakan untuk yang tidak mampu. Sembari kita tunggu hak patennya juga baru ada kemungkinan kita produksi. Dan yang membuat juga mereka yang menyandang disabilitas " lanjut mantan Walikota Surabaya tersebut
Menyinggung tentang kekerasan yang dialami oleh disabilitas. Mensos Risma juga memberikan atensi khusus. Bahkan dirinya telah mengajukan ke lembaga dan kementrian terkait, agar pelaku kekerasan terhadap penyandang difabel tidak diberi remisi atau pengurangan hukuman.
" Saya sudah ajukan ke lembaga dan kementrian sejak beberapa.waktu lalu. Dan tadi saya juga sampaikan kepada mbak Anggie ( Staf Khusus Presiden Bidang Disabilitas ) agar disampaikan pak presiden untuk tidak memberi remisi terhadap pelaku kekerasan seksual penyandang disabilitas. Ya ini sebagai upaya agar jera dan penyandang disabilits terlindungi. " pungkas Risma.
TAGS : mensos disabilitas makasar remisi