Tak Lagi Terpengaruh Arus Laut, Waiting Time Kapal di TTL Hemat 4,48 Jam

Wahyoe Boediwardhana | Rabu, 04/10/2023 09:13 WIB

PT Terminal Teluk Lamong (TTL) berhasil memangkas waktu sandar kapal (waiting time) 4,48 jam sehingga menaikkan trafik kapal yang bersandar Tak lagi terpengaruh dengan arus laut masuk maupun keluar, waktu tunggu kapal sandar di pelabuhan Terminal Teluk Lamong (TTL), Surabaya berhasil dipangkas 4,48 jam. Ini semakin meningkatkan volume trafik kapal maupun bongkar muat petikemas secara signifikan. (Foto.Istimewa)

SITUSJATIM - Tak lagi terpengaruh dengan arus laut masuk dan keluar di pelabuhan, PT Terminal Teluk Lamong (TTL) dan Pemanduan Kapal PT Pelindo kini berhasil meningkatkan kecepatan pelayanan kapal. Rata-rata waktu tunggu kapal sandar (waiting time) yang semula mencapai 6,67 jam, kini berhasil dipangkas tinggal 1,83 jam, atau terjadi penghematan 4,48 jam waktu tunggu kapal.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait menjelaskan, akibat keberhasilan pemangkasan waktu tunggu sandar kapal tersebut,terjadi peningkatan trafik kapal cukup signifikan.

“Data yang ada menunjukkan kapal domestik yang sandar pada Juli 2023 sebanyak 123 kapal, sedangkan Agustus 2023 sebanyak 100 kapal. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan periode sama tahun 2022 lalu, yaitu sebanyak 82 kapal (Juli) dan 91 kapal (Agustus) yang sandar,” kata David Pandapotan Sirait, Selasa (3/10/2023).

Seiring dengan peningkatan trafik kapal sandar, arus bongkar muat petikemas domestik pun dikatakan David turut naik tajam. Pada bulan Juli 2023 ada total 52.275 Teus petikemas yang bongkar muat, naik sebesar 31 persen dibandingkan periode sama tahun 2022 yang hanya mencapai 39.872 Teus petikemas. Sedangkan arus bongkar muat petikemas bulan Agustus total 48.546 Teus, naik sebesar 20 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya yang hanya 40.572 Teus petikemas.

Baca juga :

“Strategi operasional ini mampu menurunkan jumlah kapal sandar dan kapal layar tunggu arus, serta mampu menurunkan rata-rata berthing time dari 18,96 jam menjadi 16,90 jam, atau ada penghematan 2,06 jam, dimana ini berpotensi meningkatkan tambahan kapal dan tambahan bongkar muat petikemas. Ini akan menciptakan potensi pendapatan,” ujar David Pandapotan.

Sebelumnya, kapal-kapal yang hendak sandar bongkar muat di TTL harus menunggu arus dermaga domestik TTL yang terkadang mengarah dari Jamuang ke Surabaya (arus masuk), atau terkadang mengarah dari Surabaya ke Jamuang (arus keluar).

Normalnya penyandaran kapal di kolam dermaga TTL harus menunggu arus masuk untuk meminimalkan potensi kapal menabrak trestle. Tapi kondisi itu sudah diatasi dengan melaksanakan marine service review secara bertahap dan memformulasikan proses penyandaran kapal di semua kondisi arus.

Uji coba pertama berhasil dilakukan Mei 2023 untuk kapal dengan panjang (LOA) 70-100 meter, disandarkan pada kondisi arus keluar. Dilanjutkan dengan ujicoba penyandaran kapal dengan LOA 100-150 meter, lalu ditahap akhir pada Juli 2023 dilaksanakan ujicoba penyandaran kapal dengan LOA >150 meter. Semua kapal berhasil sandar dengan mulus.

Sebagai persyaratan keselamatan dan upaya mitigasi resiko, TTL dan Regional 3 akan menyiapkan Independent AIS Plug untuk Pandu dan pemasangan lampu pada trestle sebagai penanda area terdangkal, sehingga kapal yang bermanuver tidak melintas di area tersebut.

Departement Head Pemanduan PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Capt. Santoso menambahkan, meski seluruh tahapan ujicoba pemanduan kapal telah selesai dilaksanakan namun proses stabilisasi dan review kinerja operations akan tetap dilakukan secara berkala.

“Ini untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja operasional" ujar Santoso.

Dengan strategi ini diharapkan TTL dapat melayani pelanggan secara optimal dan mendorong para pelaku logistik serta industri maritim terus maju dan mampu bersaing.

TAGS : TTL kapal pelabuhan sandar petikemas