
Suasana konpers gelaran Jatim Super Exhibition Fair 2023, yang digelar MAKI ( Foto : Hermawan )
SITUSJATIM - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) tergerak untuk ikut memberdayakan UMKM, yang saat ini diharapkan menjadi tulang punggung dan penggerak ekonomi pasca covid 19. Bertepatan dengan hari jadi Pemerintah Provinsi Jawa Timur ke 78, MAKI menggelar pameran UMKM Jatim Super Exhibition Fair (JSEF) serentak di 16 Kabupaten/Kota. Gelaran akbar ini akan dilaksanakan tanggal 20 - 22 Oktober 2023.
Pameran UMKM terbesar di Jatim tersebut, diikuti 3000 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah.
“Kami ingin mewadahi UMKM Jatim supaya naik kelas,” ucap Ketua Panitia JSEF 2023 Awi Setiawan. saat konferensi pers di Hedon Estate Jalan Ngagel Surabaya Sabtu ( 23/9/2023 )
Sebelum ribuan UMKM tersebut mengikuti pameran serentak selama tiga hari, pihak panitia telah mengkurasi kualitas produk seperti makanan, minuman pakaian, kerajinan untuk dijual dalam acara yang pertama kalinya digelar. Guna mendukung penjualan mereka, di JSEF 2023 juga diselenggarakan business matching sebagai peluang ekspor.
“Mereka membutuhkan pendampingan dan pembinaan serta inovasi dari sisi pemasaran. Maka dari itu, pihaknya juga akan mendirikan Gubuk UMKM Bersatu Jawa Timur atau GUB Jatim sebagai wadah UMKM Jatim dalam sebuah platform digital sebagai kelanjutan JSEF,” terang Awi.
“GUB Jatim digadang menjadi ekosistem dan ruang inkubasi pemberdayaan UMKM. Ada pendampingan dan pembinaan agar UMKM mampu naik kelas. Mulai pendampingan mengurus legalitas hingga proses business matching. GUB Jatim akan bergandengan tangan bersama dengan off taker, konsulat dan jaringan pasar ekspor,” imbuhnya.
Heru Satrio Ketua Dewan Pengarah JSEF Heru Satrio menjelaskan, bahwa JSEF ini digelar untuk “menggantikan” pameran ikonik Jatim Fair tiap HUT Pemprov Jatim pada bulan Oktober. Sehingga pameran UMKM tersebut seharusnya dapat dirasakan oleh semua warga Jawa Timur, bukan hanya terpusat di Surabaya saja.
" Kegalauan kami juga ketika ada event-event lain sebagai wujud pengganti Jatim Fair muncul. Apakah Jatim punya mereka, sehingga akhirnya kami berembug melahirkan JSEF dengan dasar bahwa HUT Jatim harus bisa dirasakan semua lapisan,” katanya.
Heru Satrio.juga menambahkan, JSEF adalah kolaborasi yang sangat cantik dan positif dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Jatim, BUMN, BUMD. Dan ini menurut Heru Satrio, menjadi kontribusi riil OPD Jatim dalam pemberdayaan UMKM.
Dewan Pengarah JSEF drg David menerangkan bahwa untuk membangun ketahanan UMKM diperlukan campur tangan pemerintah dan lintas sektor, sehingga JSEF dan GUB Jatim bisa menjadi rujukan ekosistem UMKM.
“Kita ingin memberi tempat bagi UMKM untuk bisa maju dan berkembang, karena itu penting bagi kemajuan ekonomi wilayah. Dan UMKM sudah terbukti eksis dalam kondisi apapun " pungkas
TAGS : MAKI Jatim UMKM