Sah, Kawah Ijen Dikukuhkan UNESCO Sebagai Global Geopark

Wahyoe Boediwardhana | Rabu, 13/09/2023 08:47 WIB

Kawah Ijen di Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso ditetapkan sebagai Global Geopark Network Institutional Member for period 2023-2026 Seorang penambang batu belerang tradisional tengah mengangkut hasil tambangnya dari dasar Kawah Ijen. UNESCO menetapkan Geopark Ijen Jawa Timur Indonesia sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp). (foto/Wahyoe Boediwardhana)

SITUSJATIM - The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) secara resmi mengukuhkan Geopark Ijen Jawa Timur Indonesia sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp). Hal ini iungkapkan dalam konferensi internasional ke-10 UGGp yang dilaksanakan di Marrakech, Maroko.

Pengukuhan tersebut dilakukan dengan penyerahan sertifikat Geopark Ijen sebagai Global Geopark Network Institutional Member for period 2023-2026, kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa . 

Atas diakuinya Geopark Ijen UGGp sebagai taman bumi dunia,  Khofifah menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak, terutama masyarakat Banyuwangi dan Bondowoso yang telah menjaga kelestarian kawasan Ijen. 

“Alhamdulillah, Geopark Ijen berhasil menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark (UGGp). Terima kasih kepada semua pihak yang telah peduli dan menjaga kelestarian alam di Ijen. Capaian ini buah kerja keras mereka semua," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (11/9/2023).

Baca juga :

"Dengan dikukuhkannya Geopark Ijen sebagai UNESCO Global Park, maka akan semakin membawa kekayaan alam Jatim mendunia. Kami optimis dengan pengukuhan ini wisatawan dari berbagai penjuru dunia akan berbondong-bondong datang ke Ijen," tambahnya. 

Khofifah mengatakan bagi Jatim, Ijen UGGp tidak hanya sekadar wisata, lebih dari itu, Ijen merupakan salah satu kekayaan alam bagi masyarakat Jatim, bahkan Indonesia. 

Terletak di Provinsi Jawa Timur dan berada dalam dua wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Ijen UGGp memiliki international outstanding value berupa keberadaan Blue Fire dan Danau Terasam di dunia. 

"Boleh dibilang bahwa penetapan Ijen UGGp ini menempuh perjuangan panjang. Proses pengajuan ini kita mulai sejak penyampaian Letter of Intent (LOI)  ke sekretariat UGGp melalui keputusan komite nasional geopark indonesia (KNGI) pada 30 Juli 2020 lalu," tegasnya.

Dengan ditetapkannya Geopark Ijen sebagai UGGp, Khofifah berharap daya tarik wisata Gunung Ijen akan terdongkrak. Terutama untuk wisatawan mancanegara, yang pada akhirnya juga berdampak pada perekonomian warga setempat dan Jawa Timur pada umumnya.

Apalagi dengan adanya pengakuan dari UNESCO maka seluruh situs geologi, budaya dan hayati yang dimiliki Ijen akan dipromosikan langsung oleh UNESCO. Sehingga Ijen UGGp akan semakin dikenal luas secara internasional dan meningkatkan kunjungan pariwisata.

"Semoga ini bisa mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara maupun nusantara, sehingga dapat mendorong perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur," harap Gubernur Jatim.

TAGS : UNESCO Kawah Ijen Banyuwangi Bondowoso UGGp