
Menteri Sosial Tri Rismaharini (ketiga dari kiri) dan Walikota Surabaya Eri Cahyadi (keempat dari kiri), menghadiri rapat akbar Karang Taruna Surabaya. Mensos menantang Karang Taruna agar mampu menjadi agen perubahan dan ikut mengatasi masalah pengangguran di Kota Surabaya.(Foto.Istimewa)
SITUSJATIM - Karang Taruna Kota Surabaya ditantang Menteri Sosial Tri Rismaharini agar bisa menjadi generasi muda yang berpikir visioner, mampu menciptakan peluang kerja bagi orang lain, dan ikut serta mengatasi pengangguran di Kota Surabaya. Risma meminta seluruh anggota Karang Taruna agar bisa menjadi agent of change (agen perubahan) di masyarakat.
Tantangan ini disampaikan Risma saat menjadi pembicara utama pada Rapat Akbar Karang Taruna Surabaya, di Balai Pemuda Surabaya. Menurut mantan Walikota Surabaya ini, Karang Taruna menjadi bagian penting dalam tatanan kehidupan karena mereka mampu mengubah lingkungannya dengan berbagai kegiatan positif.
"Saya tekankan kembali, bahwa Karang Taruna itu sebenarnya agent of change. Ke depan mereka adalah calon pemimpin Indonesia. Karena itu yang perlu diperkuat adalah bagaimana mereka bisa mempunyai kegiatan sebagai basis pengembangan dirinya dan lingkungannya," ujar Risma.
Mensos Risma juga menekankan bahwa yang perlu diperhatikan bahwa Karang Taruna harus punya kemampuan berpikir yang visioner dan mampu menciptakan peluang kerja bagi orang lain.
"Mereka juga harus mulai memikirkan bagaimana ke depan. Jangan hanya berdiam diri, harus bergerak dan visioner," lanjut Risma.
Di wilayah perkotaan peranan karang taruna dinilai makin nyata. Konflik sosial seperti perkelahian, narkoba dan juga genk menurut Risma bisa direduksi dengan hadirnya Karang Taruna.
"Di kota sangat terasa bagaimana peran karang taruna. Kita tau kan kota banyak konflik sosial seperti kenakalan remaja, tawuran bahkan narkoba. Nah disana peran karang taruna dibutuhkan," lanjut Mensos.
Dalam pertemuan dengan ribuan anggota Karang Taruna Surabaya tersebut, Risma juga menyampaikan bahwa di Kemensos memiliki banyak program pemberdayaan pemuda. Karenanya ia berharap Karang Taruna Surabaya bisa memanfaatkan momentum program pemberdayaan tersebut.
"Ayo, banyak program di Kemensos. Kalian bisa buat usaha bersama apapun untuk kemajuan bersama, khususnya anak-anak muda. Jangan hanya berharap, tapi berusahalah," ujar Risma.
Walikota Surabaya Eri Cahyadi yang juga hadir menyampaikan bahwa karang taruna berposisi kuat sebagai agen perubahan. Menurut Eri ketika karang taruna mempunyai semangat maka tidak akan ada pengangguran di Surabaya.
"Mereka adalah agen perubahan. Ketika karang taruna semangat maka tidak akan ada pengangguran. Mereka tidak termindset sebagai pegawai tapi bisa menciptakan lapangan pekerjaan," papar Eri Cahyadi.
Eri juga menjanjikan agar pemberdayaan karang taruna dapat optimal, Pemkot Surabaya mempersilakan karang taruna bisa menggunakan aset - aset milik pemkot. Ini dimaksudkan agar karang taruna bisa menjadi motor penggerak meningkatkan pendapatan, sekaligus mengurangi pengangguran yang bisa menimbulkan masalah sosial di Kota Surabaya.
"Nanti kita bisa bersama memanfaatkan aset-aset pemkot, sehingga bisa menciptakan lapangangan kerja, membantu pemkot juga dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat," lanjut Eri Cahyadi.
Menurut Data Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Surabaya berangsur-angsur menurun prosentasenya sejak tahun 2020 (9,79 %), tahun 2021 (9,68 %) dan tahun 2022 (7,62 %). Data tersebut merupakan persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja. TPT yang tinggi menunjukkan bahwa terdapat banyak angkatan kerja yang tidak terserap pada pasar kerja.
Sementara itu Fuad Bernadi Ketua Karang Taruna menyampaikan terima kasih atas atensi Mensos dan Walikota Surabaya. Fuad menyampaikan bahwa pihaknya akan optimal memanfaatkan peluang yang diberikan oleh Mensos dan Walikota dalam mewujudkan karang taruna sebagai agen perubahan.
"Alhamdulilah, terima kasih Mensos dan Walikota. Insyallah kita akan optimalkan peluang ini. Kita sudah banyak usaha yang dirintis mulai usaha fotografi, rumah jahit, hingga cuci kendaraan. Kita akan berupaya agar bisa membantu Pemkot Surabaya untuk mengatasi pengangguran," pungkas Fuad.
TAGS : Eri Cahyadi karang taruna Mensos Tri Rismaharini