Warga Trenggalek Protes Jalan Rusak Lewat Sebaris Pantun

Eko Budhiarto | Kamis, 11/05/2023 15:02 WIB

Warga Trenggalek Protes Jalan Rusak Lewat Sebaris Pantun Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin

Situsjatim. com - Warga Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, memprotes jalan rusak melalui sebaris pantun.

"Ada malam ada siang, saat hujan minum kopi. Di mana mana jalan berlubang, kapan Pak Bupati diperbaiki,"begitu sebagian isi pantun yang tertulis pada spanduk dj sisi jalan, pada Selasa (9/5/2023).

Jalan rusak dimaksud merupakan jalan sirip yang menghubungkan Jalan Raya Kampak-Munjungan melalui Desa Bogoran.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek merespons cepat protes tersebut. Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin langsung mendatangi lokasi jalan yang dikeluhkan warga, Kamis (11/5/2023),

Baca juga :

"Neng Ngadimulyo jarena enek emas. Lek jareku kui ngapusi (Di Desa Ngadimulyo katanya ada tambang emas. Kalau kataku itu bohong). Masyarakat Trenggalek, hei jangan cemas, tetap tak urusi, " ujar bupati dalam pantun usai meninjau jalan rusak.

Pantun tersebut spontan dibuat Bupati untuk menjawab pantun bernada protes dari warga.

Pemkab akan menggunakan sebagian anggaran kedaruratan untuk perbaikan sementara.

"Ini sebenarnya sudah masuk perencanaan dan sesuai RPJMD akan dibangun pada 2024 dengan anggaran dari APBD induk. Tapi kami usahakan lelangnya bisa dilakukan lebih awal," kata Bupati.

Menilik kondisi jalan rusak, Bupati menyebut masih dalam batas yang bisa ditoleransi.

Namun, diakuinya ada beberapa titik kerusakan di jalur yang menanjak dan menurun, kalau tidak dibenahi bisa berbahaya.

Karena itu pihaknya mengambil anggaran kedaruratan untuk penanganan sementara.

"Jadi nanti titik-titik berbahaya itu akan dicor atau dilakukan pengerasan dulu, kemudian nanti kita lakukan pengaspalan," kata Mas Ipin, sapaan akrabnya.

Kerusakan infrastruktur itu sudah sempat diusulkan dalam Musrenbang Kecamatan pada 2019, namun tidak dapat direalisasikan karena ada beberapa kali refocusing anggaran saat pandemi COVID-19, 2020-2022.

"Kondisinya ini tidak jauh berbeda dengan kondisi di Kabupaten Trenggalek. Sebabnya karena kita hampir tiga tahun terkena refocusing. Kita tidak punya anggaran pembangunan infrastruktur selama COVID-19. Begitu pandemi dinyatakan berakhir, menjelang transisi saya memberanikan diri untuk membangun infrastruktur menggunakan dana pinjaman PEN," tuturnya.

"Itupun untuk jalan kita sudah gelontorkan anggaran kurang lebih Rp100 miliar. Sisanya sekitar Rp150-an miliar untuk rumah sakit," tambah Mas Ipin.

TAGS : jalan rusak Trenggalek pantun