Ratusan Ekor Sapi di Tuban Terserang Penyakit Lato-lato

Akhyar | Sabtu, 06/05/2023 11:50 WIB

Ratusan Ekor Sapi di Tuban Terserang Penyakit Lato-lato Tim Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban saat melakukan pemeriksaan terhadap sapi yang terjangkit virus Lumpy Skin Disease. [Foto:Diah Ayu/beritajatim.com]

Situsjatim.com - Tim Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban kembali menangani kasus virus Lumpy Skin Disease (LSD) atau yang lebih dikenal masyarakat dengan penyakit lato-lato. Penyakit ini menyerang sapi di Desa Penambangan Kecamatan Semanding, Jumat (5/5).

Berdasarkan data DKP2P Tuban, terdapat 112 ekor sapi terjangkit LSD. Walhasil, ratusan sapi tersebut berhasil ditangani oleh tim kesehatan hewan. Namun, data tersebut tidak termasuk dari peternak yang belum melakukan laporan.

Kabid Kesehatan Hewan DKP2P Tuban Pipin Diah Larasati mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan upaya pemeriksaan terhadap sapi yang terjangkit LSD.

“Kami sudah menerima aduan dari beberapa masyarakat dan sudah melakukan pemeriksaan kesehatan hewan secara menyeluruh. Mulai dari pemberian antibiotik untuk luka, obat oral hingga injeksi,” ujar Pipin. dilansir beritajatim

Baca juga :

Hasilnya, kata Pipin, tidak ada ditemukan infeksi sekunder penyakit lain kecuali LSD atau yang biasa orang sebut lato-Lato pada sapi-sapi tersebut. “LSD banyak menyerang sapi pedet (anak sapi) dan sapi yang sudah tua. Dari dua ini memang rentan tertular,” tutur Pipin.

Menurut Pipin, sapi yang terjangkit apabila ditangani dengan benar dan baik, maka bisa dipastikan akan sembuh. Sebaliknya, jika ditangani dengan salah maka sapi akan mati. “Banyak yang mati, karena saat sakit sapi tersebut dimandikan, itu fatal sekali,” tegas Pipin.

Maka dari itu, pihaknya memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya peternak sapi untuk terus mengecek kesehatan hewan setiap hari. Selain itu, Pipin juga menginformasikan bagaimana menangani sapi yang terjangkit LSD dengan baik dan benar agar tidak terjadi kepanikan.

“Berdasarkan hasil pengecekan saat ini sebagian besar kondisi ternak dalam proses penyembuhan. Kalau angkanya belum bisa memastikan, namun untuk kasus kematian, persentasenya sangat kecil,” kata dia.

Pipin berharap peternak sapi proaktif memberi laporan ke petugas hewan atau Pemdes. Masyarakat bisa menghubungi nomor 081233931917 untuk melapor. “Sinergitas juga harus dibangun untuk menuntaskan kasus LSD di Kabupaten Tuban,” pungkasnya.

TAGS : Jawa Timur Tuban Sapi Penyakit Lato-lato