
Tebing Bekas Galian C di Lamongan Runtuh
Jawa Timur - Tebing bekas galian C di Desa Paciran, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan mengalami runtuh atau longsor. Dua rumah milik warga setempat rusak berat akibat dihantam batu longsoran tersebut, Jumat (10/3) malam.
Meski tak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian yang ditimbulkan dalam peristiwa ini mencapai puluhan juta rupiah. Bahkan, pemilik rumah juga sempat mengalami syok.
Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, tebing dengan ketinggian sekitar 40 meter yang materialnya mengalami longsor tersebut sudah tak lagi terpakai.
“Peristiwa ini menimpa dua rumah milik warga tanah Dusun Paciran, Desa Paciran, Kecamatan Paciran, Lamongan. Kejadiannya sekitar pukul 18.50 WIB, pada Jumat malam tanggal 10 Maret 2023,” ujar Kapolsek Paciran, Iptu Achmad Purnomo, Sabtu (11/3).
Purnomo menjelaskan, kerusakan rumah yang ditimbulkan oleh hantaman batu longsor itu cukup parah. Mulai dari dinding rumah warga yang jebol, perabotan yang rusak, hingga ada kendaraan motor yang tergencet tertimpa batu.
Adapun dua rumah yang rusak parah itu masing-masing milik Agus Syaifuddin (49), yang berada di Desa paciran RT 007 RW 006 dan milik Nurul Hilal (41), yang berada di Desa paciran RT 006 RW 002.
“Petugas piket Polsek Paciran menerima telpon dari Kasun Dusun Paciran bahwa telah terjadi runtuhnya matrial dari bekas galian C sekira pkl 07.00 Wib, tadi pagi. Akhirnya kami segera mendatangi TKP (tempat kejadian perkara) dan mencatat keterangan dari para saksi,” paparnya. xilansir beritajatim
Purnomo menambahkan, pemilik rumah yang juga saksi bernama Agus Syaifuddin mengaku bahwa dia berada dalam rumah saat kejadian itu berlangsung. Saksi dikagetkan dengan suara keras yang kala itu berasal dari benda yang menghantam rumahnya.
Ternyata, saksi melihat jika dinding rumahnya jebol akibat material batu yang jatuh dari tebing. Lantaran panik, saksi lalu keluar rumah.
“Saksi melihat bagian depan rumahnya telah rusak akibat tertimpa batu dari bekas galian C. Begitupun dengan apa yang dialami oleh Saudara Nurul Hilal, rumahnya turut terhantam dan rusak,” tambahnya.
Lebih lanjut, ungkap Purnomo, sebenarnya saat ini sudah tak ada aktivitas penggalian di tebing yang longsor tersebut. Pemilik tanah (bekas galian) pun sudah lama meninggal dunia.
Beruntung, menurut Purnomo, warga yang di dalam rumah kala itu berhasil menyelamatkan diri, sehingga kejadian ini tak sampai menelan korban jiwa.
“Kerugian yang ditimbulkan dalam kejadian ini ditaksir mencapai sekitar Rp50 juta lebih. Penyebab runtuhnya material ini masih dalam penyelidikan,” pungkasnya.
TAGS : Jawa Timur Lamongan Longsor Tebing