Warga Pagerungan Kecil Sumenep Minta PLN Beri Ketegasan, Tuntut Listrik Nyala 24 Jam

Syafira | Kamis, 20/10/2022 07:05 WIB

Manager Bagian Perencanaan PLN UP3 Pamekasan, Bayu menjelaskan untuk menjawab keinginan warga Pulau Pagerungan Kecil agar listrik menyala 24 jam, harus ada kajian terlebih dahulu. Saat ini yang digunakan di Pagerungan Kecil adalah PLTS. Audiensi aliansi progresif sumenep dg PLN dan KKKS (foto : Temmy/ beritajatim)

Jawa Timur - Sejumlah warga kepulauan yang tergabung dalam Aliansi Progresif Sumenep beraudiensi dengan PLN dan dua kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas yakni KEI dan HCML, dengan difasilitasi bagian perekonomian Setkab Sumenep.

Dalam audiensi yang digelar Rabu (19/10) di Pemkab Sumenep, Koordinator Aliansi Progresif Sumenep, Suyitno meminta agar pemerintah memperhatikan kebutuhan listrik di wilayah kepulauan. Sampai saat ini, sebagian besar wilayah kepulauan belum teraliri listrik dengan layak.

“Di Pulau Pagerungan Kecil misalnya. Disana nyala listrik hanya 1 jam di pagi hari dan 1 jam di malam hari. Padahal di Pagerungan, ada KEI, perusahaan migas yang mengeruk kekayaan alam kami. Tapi mana peran mereka untuk kelistrikan? Kami ingin nyala listrik 24 jam,” tandasnya.

Selain itu, Aliansi Progresif Sumenep juga meminta agar masalah kelistrikan di Pulau Raas juga di perhatikan. Selain KEI, di Raas juga merupakan wilayah pengeboran HCML.

Baca juga :

"Untuk apa ada banyak pengeboran migas kalau tidak ada manfaatnya bagi masyarakat? Yang ada justru merugikan nelayan, karena wilayah tangkapan mereka berkurang,” tandas Suyitno.

Audiensi tersebut merupakan buntut dari aksi unjuk rasa sejumlah warga Desa Pagerungan Kecil ke PLN setempat. Mereka memprotes PLN yang hanya menyediakan daya yang sebesar 50 KWp.

Daya itu hanya mampu melayani 500 pelanggan secara bergantian setiap harinya, dari 1.600 rumah yang dihuni 6.850 jiwa.

“Kami ingin tahu, apa langkah PLN dan pemerintah agar listrik di Pagerungan Kecil bisa menyala 24 jam? Apa kendalanya? Tolong jelaskan pada kami,” tanya Suyitno.

Manager Bagian Perencanaan PLN UP3 Pamekasan, Bayu menjelaskan untuk menjawab keinginan warga Pulau Pagerungan Kecil agar listrik menyala 24 jam, harus ada kajian terlebih dahulu. Saat ini yang digunakan di Pagerungan Kecil adalah PLTS.

“Nanti akan dikaji opsi-opsi yang mungkin dilakukan. Apakah harus menambah PLTS atau menggunakan hibah PLTD BUMDES, atau opsi lain. Saat ini dalam tahap ‘approval’ berjenjang,” ujarnya.

Ia mengatakan, pasca pertemuan ini, pihaknya akan melaporkan keinginan warga. Ia berjanji akan lebih mengintensifkan pembahasan di internal. “Kami akan komunikasikan, sampai mana progressnya,” terang Bayu.

Sementara Kepala Bagian Perekonomian Setkab Sumenep, Ernawan Utomo menjelaskan, pihaknya sudah mendengar aspirasi warga Pulau Pagerungan Kecil dan Raas untuk masalah kelistrikan.

Dalam pertemuan tersebut PLN dan KKKS telah bersepakat untuk melalukan percepatan penyelesaian masalah kelistrikan.

“Kami akan membuat notulensi pertemuan ini dan kami laporkan ke pimpinan, termasuk ke Kementerian yang membidangi percepatan kelistrikan,” terangnya.

Sementara Comdev Kangean Energy Indonesia (KEI), Syarif Hidayatullah menjelaskan, pada prinsipnya, KEI berkomitmen untuk membantu proses kelistrikan di Pulau Pagerungan Kecil.

“Kami menunggu PLN. Apakah PLN bisa menerima hibah BUMDes atau pengadaan mesin lagi atau seperti apa? Kami siap membantu,” ujarnya. dilansir beritajatim

Sedangkan Humas HCML, Vilos Askuripson menjelaskan, saat ini pihaknya masih fokus pada pengembangan lapangan yang masuk wilayah AL beririsan dengan Pulau Sapudi dan Raas. Sedangkan sumur berikutnya beririsan dengan Pulau Giligenting dan Giliraja.

“Tahapan berikutnya nanti kalau kami sudah produksi, maka kami akan melakukan beberapa langkah konkret yang bersumber dari.aspirasi masyarakat sekitar,” ucapnya.

TAGS : Jawa Timur Sumenep KKKS HCML Warga Kepulauan