
Saat proses evakuasi terhadap nelayan, korban yang meninggal dunia akibat laka laut di sekitar Pulau Karang Jamuang, Kabupaten Gresik.
Jawa Timur - Nasib nahas menimpa Eko Wahyudi (35), nelayan asal Dusun Jetak, Desa Paciran, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.
Ia meninggal dunia akibat laka laut, tenggelam saat mencari ikan di sekitar Pulau Karang Jamuang, Kabupaten Gresik.
Diketahui, perahu yang ditumpangi oleh korban Eko ini tenggalam diduga karena tertabrak salah satu kapal yang melintas di kawasan tersebut, saat korban sedang menarik jaring ikan, pada Kamis (29/9) lalu.
“Iya, ada 1 nelayan yang meninggal dunia bernama Eko Wahyudi, nelayan asal Paciran. Ia sempat hilang. Kapal yang ditumpangi korban diduga mengalami tabrakan dengan kapal lain saat melintas, di perairan Gresik, pada Kamis (29/9) lalu,” ujar Ketua Serikat Nelayan Lamongan (SNL), Imamur Rosyidin, Minggu (2/9).
Mengenai kronologi dan penyebabnya, Imam menambahkan, pihaknya belum bisa memastikan secara rinci.
Namun, kata Imam, selain korban Eko yang meninggal dunia, ada korban lain bernama Ibadurrohman, yang satu perahu dengan Eko dan berasal dari Desa/Kecamatan Paciran, Lamongan.
“Ibadurrohman ditemukan dengan selamat pada Kamis (29/9). Sedangkan Eko sempat hilang dan ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa, pada Sabtu pagi (1/10) kemarin. Korban Eko sudah dibawa pulang dan dimakamkan di desanya setelah dhuhur,” terang Imam.
Lebih lanjut, Imam menjelaskan bahwa pencarian dan evakuasi terhadap korban laka laut ini dilakukan oleh Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) dari Polda Jatim, Polres Gresik dan Polres Lamongan. Selain itu, para petugas juga dibantu oleh Basarnas dan tim relawan.
“Pencarian itu dilakukan dengan menyisir Perairan Mangare di Gresik hingga Arosbaya yang masuk wilayah Bangkalan, Madura. Berdasarkan informasi, tim gabungan nelayan dan relawan juga sudah menemukan titik koordinat perahu korban, tapi belum bisa dievakuasi,” imbuh Imam.
Atas kejadian ini, Imam berharap, kordinasi dan komunikasi yang dilakukan antara sejumlah pihak, baik dari petugas Sat Polairud dan nelayan sendiri bisa semakin baik. Sehingga, apabila terjadi insiden serupa bisa diantisipasi lebih cepat.
“Kami harap, ke depan kordinasi dan respon yang diberikan oleh para petugas dari Sat Polairud dan Basarnas bisa dilakukan lebih baik lagi," ujarnya. dilansir beritajatim
"Kemarin sudah baik, tapi mari kita tingkatkan lagi. Juga para nelayan agar lebih meningkatkan kepedulian dan waspada dalam menjaga keselamatan saat melaut,” tutupnya.
TAGS : Jawa Timur Lamongan Nelayan Tenggelam Karang Jamuang