Resah Akibat Kenaikan Harga Solar, Nelayan di Probolinggo Berencana Jual Perahu untuk Makan

Sri Windari | Kamis, 08/09/2022 08:12 WIB

Resah Akibat Kenaikan Harga Solar, Nelayan di Probolinggo Berencana Jual Perahu untuk Makan Nelayan di Kabupaten Probolinggo

Jawa Timur - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar, berdampak kepada nelayan di Kabupaten Probolinggo. Mereka mengeluhkan bantuan yang masih belum jelas serta harga ikan yang masih tetap.

Salah seorang nelayan dari kelompok nelayan Sumberantah, Desa Randutatah, Kecamatan Paiton, Probolinggo, Sulaiman mengeluhkan harga BBM naik. Pasalnya, bantuan yang dijanjikan pemerintah tak pasti kapan diberikan.

“Bantuan pemerintah tidak pasti kapan diberikan. Sementara BBM terus dinaikkan. Naikkan saja terus harga BBM sampai perahu ini nanti saya jual untuk makan,” kata Sulaiman, Rabu (7/9).

Menurut Sulaiman, bantuan dari pemerintah tidak jelas kapan akan diberikan kepada masyarakat. Sedangkan harga ikan masih tetap.

Baca juga :

Pria berkacamata itu meminta pemerintah melakukan survei ke lapangan sebelum mengambil kebijakan menaikkan harga BBM.

“Kalau memang BBM mau dinaikkan, pemerintah harus memperjelas kartu nelayan dan kalau bisa, bantuan diberikan tiap bulan. Seperti bantuan kapal, jaring, dan lain-lain. Jangan semena-mena langsung dinaikkan harga BBM. Lihat kondisi di bawah dulu lah,” cetusnya dengan nada tinggi.

Hal serupa juga dirasakan Kusnadi, nelayan dari kelompok nelayan Sekar Alami, Desa Randutatah, Kecamatan Paiton.

Kusnadi mengatakan, kenaikan harga BBM membuat harga bahan pokok ikut naik. Sehingga, kebutuhan sehari-hari kian bertambah.

Harga BBM naik, tapi kenapa harga jual ikan masih tetap. Hasil jual tangkapan ikan itu saja hanya cukup untuk membeli solar. Lalu biaya untuk makan, nafkah keluarga, dan lainnya bagaimana?” kata pria yang akrab disapa Kus itu.

Sekali berlayar, ia mengaku membutuhkan sekitar 10 hingga 15 liter solar untuk mencari ikan. Sementara hasil penjualan ikan tangkapannya biasanya sekitar Rp 300.000.

Kusnadi merinci, hasil dari penjualan ikan itu dipotong dengan makan saat perjalanan, servis mesin perahu, dan solar. Sisa pendapatan itu yang diberikan Kus kepada keluarga.

Ia pun berharap pemerintah memperhatikan nasib para nelayan. Setidaknya, harga jual ikan harus dinaikkan agar bisa menyeimbangkan pengeluaran untuk kebutuhan hidup nelayan.

“Yang menentukan harga jual ikannya adalah tengkulak. Harga BBM naik, tapi harga ikan tetap,” tutupnya. dilansir beritajatim

TAGS : Jawa Timur Probolinggo Nelayan Harga BBM