Bejat! Kakek 80 Tahun di Surabaya Tega Cabuli Anak SD

Syafira | Jum'at, 26/08/2022 21:37 WIB

Bejat! Kakek 80 Tahun di Surabaya Tega Cabuli Anak SD Kakek cabul saat diamankan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya bersama barang bukti

Jawa Timur - Anggota Unit Perlindungan dan Perempuan Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak menangkap seorang kakek berinisial S (80) warga Kecamatan Kenjeran, Surabaya lantaran mencabuli anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Dari pengakuan tersangka, aksi bejat ini dilakukan lantaran sang kakek tak kuat menahan nafsu setelah lama menduda.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Arief Rizky Wicaksana mengatakan, tersangka masih tetangga korban.

“Yang bersangkutan ini merupakan tetangga korban. Dia kami amankan setelah mendapat laporan dari orangtua korban,” kata AKP Arief Rizky Wicaksana, Jumat (26/8). diklansir beritajatim

Baca juga :

Arief menjelaskan, pencabulan ini terjadi pada 30 Juli 2022 di kamar tersangka. Awalnya, sang kakek cabul itu memanggil korban yang saat itu sedang bermain di depan rumah.

Setelah dihampiri korban, lantas diajak masuk ke kamar tersangka untuk membantu membersihkan kamar. Dari situlah, kamar tersebut langsung dikunci.

“Jadi modusnya ini yang bersangkutan menyuruh korban untuk membersihkan kamarnya. Setelah itu kamarnya dikunci dan korban langsung dicabuli,” jelasnya.

Besoknya, korban yang terus menangis, kemudian ditanya orang tuanya, lantas mengaku jika habis dicabuli tersangka. Dari sinilah, aksi bejat tersebut dilaporkan ke polisi.

“Pengakuannya baru sekali ini. Katanya khilaf dan tidak kuat menahan nafsunya,” tandas mantan Kanit Resmob Polrestabes Surabaya itu.

Sementara tersangka S, saat dirilis di Mapolres mengaku perbuatan cabulnya itu dilakukan karena sudah lama menduda. Semenjak bercerai dengan istrinya beberapa tahun silam, ia akhirnya hidup sendiri.

Atas dasar itulah, ketika kerap bertemu dengan korban, S akhirnya tak kuasa menahan nafsunya hingga terjadilah pencabulan.

“Saya anggap dia seperti anak saya sendiri. Saya sering beliin dia mainan, sepeda, sama jajan. Saya nggak ngapa-ngapain, cuma peluk-peluk aja sama cium pipinya,” dalih kakek yang mengaku sebagai pensiunan PTT (pengangguran tetap) itu sambil tersenyum tanpa rasa menyesal dan bersalah.

TAGS : Jawa Timur Surabaya Pencabulan Kakek Kenjeran