WNA Malaysia Jadi Korban Penganiayaan di Sampang, Pelaku Dipastikan akan Diproses Hukum

Sri Windari | Rabu, 17/08/2022 08:55 WIB

WNA Malaysia Jadi Korban Penganiayaan di Sampang, Pelaku Dipastikan akan Diproses Hukum Korban penganiayaan di Sampang (Foto: Zamachsari/beritajatim.com)

Jawa TimurKepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Sampang, Iptu Iwan Nugraha memastikan bahwa proses hukum terhadap pelaku pengeroyokan perempuan warga negara Malaysia bernama Fitriyahtun (30) di salah satu cafe kawasan Pantura akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kasus ini memang mendapat perhatian banyak pihak, dan kami pastikan bahwa proses penyidikan terus berjalan sesuai tahapan penyidikan,” terangnya, Senin (16/8). 

Para tersangka sudah dilakukan penyedikan hari Senin (15/8) atau sehari setelah dilaporkan oleh suami korban.

“Tersangka sudah berhasil kami proses dan penyidikan perkaranya sedang dikebut oleh Unit PPA,” tegasnya.

Baca juga :

Ia menjelaskan, untuk proses hukumnya, tersangka terancam dijerat dengan UU Nomor 1 Tahun 1946, Tentang KUHP pasal 170 KUHP.

“Dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun,” tandasnya. dilansir beritajatim

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Fitriyahtun asal kota Selangor, Malaysia, menjadi korban dugaan penganiayaan saat pulang kampung ke rumah orang tuanya di Desa Bira Timur Kecamatan, Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura.

Singkat cerita, Fitriyatun pulang ke Indonesia salah satunya mempunyai agenda reuni dengan teman-temannya pukul 15.00 WIB di salah satu cafe tidak jauh dari lokasi wisata Pantai Jodoh.

Tetapi, acara kumpul bareng teman itu gagal lantaran korban mendapat telpon dan mendadak diajak keluarganya menjenguk neneknya yang kebetulan sakit. Sehingga, acara reuni itu diundur usai salat Magrib.

Setelah itu, korban datang ke cafe yang dimaksud namun tidak lama kemudian terjadilah dugaan penganiayaan. Saat kejadian berlangsung, ada warga yang mengabadikan dengan kamera ponsel lalu viral.

TAGS : Jawa Timur Sampang Pengeroyokan Warga Negara Malaysia Penganiayaan