
Penemuan Mayat dan Kerangka Manusia di Dalam Rumah Hebohkan Warga Dau Jatim
Jawa Timur - Warga di Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang digegerkan penemuan mayat dan tumpukan kerangka manusia. Mayat dan kerangka manusia itu berada dalam satu rumah.
Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat membenarkan kejadian tersebut namun penemuannya dalam waktu yang berbeda. Menurut Ferli, mayat ditemukan pada Rabu (3/8) sekitar pukul 09.00 WIB, sedangkan penemuan kerangka manusia terjadi sekitar pukul 16.30 WIB.
Sementara, Kasat Reskrim Polres Malang AKP Donny Kristian Bara’langi menyebut, mayat tersebut berjenis kelamin perempuan atas nama Rokani (72). Sedangkan identitas kerangka manusia masih belum bisa diketahui.
Donny menjelaskan, penemuan mayat ini pertama kali diungkap Kapolsek Dau berdasarkan laporan dari masyarakat. Dari laporan yang diterima, kasus ini diketahui pertama kali oleh tetangga korban bernama Panaji.
Dalam keterangannya kepada Polsek Dau, Panaji mengaku mencium bau busuk dari rumah Rokani. Penasarn, Panaji melapor ke Ketua RT lalu diteruskan ke Polsek Dau. dilansir beritajatim
“Rumah korban saat itu dalam kondisi tertutup, kira-kira sudah lebih dari 6 hari, menurut RT di sana dikarenakan korban sangat jarang bersosialisasi,” ucap Donny.
Petugas yang datang ke lokasi mendapati semua pintu dan jendela rumah korban dalam keadaan terkunci dari dalam. Atas kesepakatan bersama warga, mereka membuka pintu secara paksa.
Berapa warga menyisir ke masing-masing ruangan. Di antaranya ruang tamu, ruang makan, dan kamar mandi.
“Saat menyisir rumah warga bersama petugas kaget, kami melihat mayat Rokani yang sudah membusuk terlentang di kamar,” ucap Supri, salah seorang Ketua RT.
Supri mengatakan, Rokani tinggal di rumah bersama anak laki-lakinya, Suprapto. Tetapi dalam beberapa bulan terakhir, Suprapto hilang tanpa kabar.
Sedangkan kerangka manusia baru ditemukan ketika Muspika bersama warga membuka TKP dan dibersihkan. Rumah itu sedianya akan dipakai untuk tempat transit jenazah Rokani sebelum dimakamkan sekaligus menggelar doa bersama.
“Kondisi TKP dan rumah korban dalam keadaan tidak terawat, karena penghuni rumah dan anaknya memiliki penyakit gangguan kejiwaan,” ujar salah satu perangkat desa di rumah korban.
Pada saat warga membersihkan salah satu ruangan kosong, mereka mendapati tumpukan kain. Begitu dibuka, ternyata ada tumpukan kerangka manusia.
Satuan Reskrim Polres Malang diturunkan dan langsung memasang Police Line serta melaksanakan olah TKP.
“Ditemukan kerangka manusia dalam kondisi kering di kamar kosong ruangan tengah yang tertutup 3 lembar selimut,” ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Donny Kristian Baralangi.
Donny menegaskan, kondisi kerangka sudah saling terpisah. Sebagian ditemukan tersimpan di sebuah kardus mie instan di kamar Rokani.
“Beberapa kerangka masih melekat kain warna biru dan kain celana warna abu-abu,” imbuh Donny.
Menurut hasil pemeriksaan dari Tim Forensik RSSA Malang, struktur tengkorak menunjukkan kerangka berjenis kelamin laki-laki dan berusia di atas 40 tahun.
Dugaan dari masyarakat, kerangka manusia tersebut kemungkinan adalah jasad Suprapto. Karena diketahui ia sudah tidak pernah terlihat lebih dari 9 bulan terakhir.
Sedang hasil identifikasi sekunder jenis kain yang melekat pada kerangka manusia diketahui merupakan pakaian yang digunakan Suprapto sehari-hari.
“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka pada mayat Rokani, serta tidak ditemukan resapan darah maupun tanda kekerasan pada seluruh struktur tulang dan tengkorak,” beber Donny.
Polsek Dau bersama Sat Reskrim Polres Malang telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, serta melakukan Visum terhadap mayat dan kerangka manusia.
Atas permintaan keluarga dan masyarakat setempat yang selama ini membantu korban, mereka menghendaki untuk segera memakamkan kedua korban.
Warga meyakini, bahwa kedua jasad tersebut adalah Rokani dan Suprapto yang telah meninggal dunia karena sakit.
TAGS : jawa timur malang penemuan mayat kerangka manusia