
Warga membantu pihak kepolisian melakukan evakuasi korban kecelakaan di jalur pantura Tuban.
Jawa Timur - Seorang petani mengalami kecelakaan tunggal akibat terjatuh dari motornya saat melintas di jalur Pantura Tuban, tepatnya di jalan Tuban-Surabaya KM 23-24, Desa Compreng, Kecamatan Compreng, Kabupaten Tuban, Rabu (8/6).
Petani bernama Slamet (60), warga Desa Compreng, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban itu diduga mengantuk saat mengendarai sepeda motor GL Max. Dia selip sendiri di tengah jalan raya jalan nasional tersebut.
Kejadian kecelakaan berawal saat korban Slamet mengendarai sepeda motor GL Max dengan nomor polisi (Nopol) S 3626 HY.
Korban memboncengkan terpal yang diduga akan digunakan untuk aktivitas bertani.
“Awalnya korban mengendarai sepeda motor Honda GL berjalan dari arah selatan ke utara,” terang IPDA Eko Sulistyono, Kanit Penegakan Hukum (Gakum) Sat Lantas Polres Tuban. dilansir Beritajatim
Di jalan yang lurus dan kondisinya mulus itu, korban diduga melaju dengan kecepatan tinggi.
Selanjutnya korban tidak bisa mengendalikan sepeda motornya hingga mengalami selip.
“Diduga karena lelah dan mengantuk pengendara motor itu tidak bisa mengandalikan kemudinya sehingga selip dan terjatuh sendiri di tengah jalan,” sambungnya.
Sebab tidak menggunakan helm, korban mengalami luka pada bagian kepala.
Sehingga petani tersebut meninggal dunia dengan posisi persis di tengah marka jalan nasional Tuban menuju Surabaya tersebut.
“Akibat kejadian itu korban meninggal dunia di TKP. Kita yang datang di TKP kemudian melakukan evakuasi terhadap jenazah korban dan selanjutnya kita lakukan olah TKP dan mencari keterangan para saksi guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan itu,” pungkasnya.
TAGS : Jawa timur kecelakaan jalan pantura tuban petani