
Wabup Bojonegoro Budi Irawanto saat melakukan sidak pembangunan pasar hewan di Kabupaten Bojonegoro.
Jawa Timur - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) menolak hewan ternak yang berasal dari luar daerah masuk ke Bojonegoro. Termasuk yang berasal dari Kabupaten Lamongan.
Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.
Apalagi penyebaran PMK pada hewan ternak di Jawa Timur terus meluas. Salah satunya sudah terjadi di Kabupaten Lamongan, Gresik, Sidoarjo, dan Mojokerto.
“Ada sembilan sapi yang berasal dari Lamongan kita tolak,” ujar Kepala Bidang Penyakit Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Sugiharti Sri Rahaju, Jumat (13/5).
Sembilan hewan ternak jenis sapi yang masuk ke Bojonegoro itu dibawa oleh para pedagang yang berasal dari Kabupaten Lamongan saat pasaran hewan di Pasar Hewan, Desa Kedungbondo, Kecamatan Balen.
“Kalau kondisinya sehat. Tidak ada hewan yang dicurigai sakit,” ujarnya. dilansir Beritajatim
Untuk mengantisipasi masuknya hewan ternak jenis sapi maupun kambing dari luar daerah, beberapa akses perbatasan antara Kabupaten Bojonegoro dengan Lamongan dilakukan penyekatan yang juga melibatkan unsur TNI dan Polri.
Penyekatan dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus pada ternak.
TAGS : Jawa timur bojonegoro hewan ternak PKM