Sengaja Dibuang, Penemuan Mayat Bayi dengan Tangan Kiri Terputus di Ponorogo

Syafira | Selasa, 05/04/2022 18:56 WIB

Pasca penemuan mayat bayi dengan tangan kiri putus di sungai Desa Ngadirojo pada Senin (4/4) kemarin, Polsek Sooko terus melakukan penyelidikan. Kapolsek Sooko Iptu Anwar Fatoni (foto/Endra Dwiono)

Jawa TimurPasca penemuan mayat bayi dengan tangan kiri putus di sungai Desa Ngadirojo pada Senin (4/4) kemarin, Polsek Sooko terus melakukan penyelidikan.

Kapolsek Sooko Iptu Anwar Fatoni menduga bayi dengan tali pusar yang masih utuh itu, sengaja dibuang oleh orangtuanya. Dia menduga kelahiran bayi tersebut tidak dikehendaki.

“Dugaannya bayi malang itu sengaja dibuang oleh orangtuanya,” kata Iptu Anwar Fatoni, Selasa (5/4). dilansir Beritajatim

Langkah awal penyelidikan itu, kata Iptu Anwar dengan meminta keterangan dari seluruh bidan desa di Kecamatan Sooko. Selain itu juga para pamong praja, siapa saja warganya yang baru melahirkan.

Baca juga :

“Jasad bayi ini sejak Senin malam sudah disimpan di ruang mayat di RSUD dr. Harjono Ponorogo,” katanya.

Lebih lanjut, kata Anwar rencananya akan dilakukan otopsi pada jasad bayi malang tersebut.

Otopsi nanti akan dilakukan oleh tim forensik asal rumah sakit Bhayangkara Kediri. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan unit pidana umum (pidum) Satreskrim Polres Ponorogo.

“Untuk penyelidikan lebih lanjut, jasad bayi itu nantinya akan diotopsi oleh dokter forensik dari RS Bhayangkara Kediri,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga di lingkungan Joketro Dusun Karang Rejo Desa Ngadirojo Kecamatan Sooko Ponorogo digegerkan dengan penemuan mayat bayi di sungai desa setempat.

Mayat bayi yang masih ada tali pusarnya itu, pertama kali ditemukan oleh warga setempat yang mau pulang dari mencari rumput.

“Tadi pukul 16.30 WIB ada warga yang pulang cari rumput melihat ada mayat bayi tersebut, kemudian langsung melaporkannya kepada saya,” kata Kepala Desa Ngadirojo Pamuji.

Saat ditemukan, dalam kondisi telungkup diantara bebatuan di sungai. Kemungkinan sudah dalam keadaan meninggal beberapa hari yang lalu.

“Jadi anak-anak SD itu pada hari Sabtu (2/4) lalu sudah melihat bayi terapung disungai, tetapi namanya anak kecil tidak ada yang berani melapor,” ungkap Pamuji.

Kondisi mayat bayi yang telungkup itu, dalam kondisi kulit yang hitam melepuh.

Dimungkinkan karena terkena panas matahari dan sudah beberapa hari lalu. Tangan kirinya pun sudah tidak ada. “Hitam-hitam melepuh kulitnya,” katanya. 

TAGS : Jawa Timur Ponorogo Mayat Bayi Sungai Polsek Sooko