Kejar Target EBT 23 Persen, PJB Dipasok Biomassa oleh Perhutani Senilai Rp 8 Miliar

Wahyoe Boediwardhana | Jum'at, 04/03/2022 20:11 WIB

Perhutani pasok kebutuhan 14.300 ton biomassa PJB senilai Rp 8 miliar per tahun PLTU Rembang mulai Desember 2022 ini akan dipasok 14.300 ton biomassa oleh Perhutani senilai Rp 8 miliar. Kepastian ini untuk mengejar target capaian energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen dalam bauran energi tahun 2025. (Foto.Istimewa)

JAKARTA – Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Rembang di Jawa Tengah yang dikelola oleh PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB), mulai Desember 2022 bakal mendapatkan kepastian pasokan biomassa dari Perhutani berupa serbuk kayu gamal dan kaliandra sebesar 14.300 ton per tahun.

Kepastian pasokan ini merupakan implementasi program co-firing, dalam peningkatan bauran energi baru terbarukan (EBT) nasional di lingkungan PJB. Upaya ini terwujud dalam penandatangan kerja sama antara PT PLN Group dengan Perum Perhutani senilai Rp 8 miliar, dalam bentuk pemenuhan kebutuhan biomassa co-firing.

Perhutani menandatangani kerjasama dengan sanggup memasok 14.300 ton serbuk kayu pertahun, untuk bahan bakar PLTU yang dikelola oleh PJB, yaitu PLTU Rembang. Perhutani memasok serbuk mayoritas dari jenis kayu Gamal dan kayu Kaliandra, untuk digunakan sebagai bahan pembakaran boiler pembangkit listrik mulai Desember 2022.

PLTU Rembang menghasilkan 4 GWh green energy selama periode Januari-Februari. Melalui pasokan biomassa dari Perhutani, potensi produksi green energy pada PLTU Rembang akan dapat ditingkatkan dan membawa dampak pada kenaikan kualias udara dan bauran energi baru terbarukan nasional.

Baca juga :

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, sinergi dua BUMN ini merupakan upaya bersama untuk menekan emisi karbon dan mencapai net zero emission pada 2060 mendatang. Kerja sama ini sebagai proyek yang akan dipamerkan pada KTT G20, November mendatang.

"Co-firing pada PLTU merupakan salah satu upaya PLN untuk mendukung capaian target EBT sebesar 23 persen, dalam bauran energi pada 2025 dan net zero emission pada tahun 2060," kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, usai menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PLN dan Perhutani di kantor Kementerian BUMN, Kamis (3/3/2022).

Penandatanganan PKS dilakukan oleh Direktur Operasi 2 PT PJB, Rachmanoe Indarto dan Direktur Komersial Perum Perhutani Ahmad Ibrahim di kantor Kementerian BUMN Jakarta. Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury, Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Dirut PLN dan sejumlah pejabat lainnya.

Menurut Darmawan, penggunaan biomassa dalam PLTU ini tak hanya berdampak pada lingkungan, namun juga memberikan multiplier effect terbukanya lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar wilayah PLTU.

Di tempat sama, Direktur Komersial Perhutani Ahmad Ibrahim menuturkan, pasar energi merupakan terobosan pasar baru dalam bisnis kehutanan, karena ini berkaitan dengan kepastian pasokan biomassa dalam jangka panjang. Kepastian pasokan bahan bakar alternatif merupakan faktor krusial dalam melayani pasar energi.

Terkait PKS ini, Perhutani berencana akan membuka pabrik pengolahan tanaman Gamal dan Kaliandra di dekat wilayah pembangkitan. Target jangka panjang Perhutani adalah mengembangkan pengelolaan lahan hingga 64 ribu hektar untuk pengembangan biomassa, guna menjamin pasokan kebutuhan pembangkit listrik milik PLN.

"Perhutani berkomitmen untuk mengembangkan industri biomassa yang kompetitif dan sustainable, untuk mendukung pengembangan energi baru terbarukan dan memenuhi komitmen penurunan emisi karbon.  Perhutani akan melanjutkan pembangunan hutan tanaman energi sesuai RJPP, membangun industri biomassa, melakukan sertifikasi pengelolaan hutan lestari  dan industri pengolahan, untuk memastikan sustainability pasokan biomassa dalam jangka panjang," tuturnya.

Pemenuhan kebutuhan biomassa bisa berasal dari limbah seperti pelet sekam padi maupun jenis tanaman energi yang akan dipasok oleh Perhutani. Kerja sama dalam penyediaan biomassa selain dapat menyukseskan program co-firing juga mendukung pengembangan industri biomassa di masa depan, termasuk di dalamnya adalah pengembangan inovasi co-firing di unit pembangkit yang dikelola oleh PT PJB.

TAGS : PJB PLN Biomassa Perhutani PLTU Rembang